Monitoring UNPK Tunjukan Komitmen Tepat Waktu dan Tepat Guna

Kajen – Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan melalui Plt. Kepala Seksi Pendidikan Islam H. Muqodam menyatakan kesiapannya dalam menghadapi Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) tahun 2017 bagi Pondok Pesantren Salafiyah di Kabupaten Pekalongan, baik untuk tingkat Ula, Wustho maupun Ulya. 

“Dalam rangka persiapan UNPK 2017, PD Pontren Kab. Pekalongan (29-30/3) telah melaksanakan kegiatan monitoring guna melakukan sinkronisasi pendataan calon peserta UNPK tahun 2017 dari pondok pesantren salafiyah, baik paket A/Ula, Paket B/Wustha dan Paket C/Ulya,”terangnya.

Kegiatan Monitoring Sinkronisasi Data UNPK 2017 ini dilaksanakan di pondok pesantren se- Kabupaten Pekalongan yang akan melaksanakan UNPK 2017, ada 17 ponpes yang akan mengikuti Ujian Nasional Kesetaraan yaitu .PP. Al MAktab, PP Walindo, PP. Hasyim Bin Ihsan, Ibnu Abbas, PP Al Muslimin, PP.Fathul Huda, PP. Roikhatul Jannah, PP Roudlotush Shibyan, PP.Tarbiyah Qiroatil Qur’an, PPKy. Labib Noor, PP.Al Fitroh, PP Nurul Ummah, PP. Al Manshur, PP. Kyai Wali Tanduran, PP Baiturrohman dan PP. Mambaul Huda.

“Dengan kegiatan ini nantinya untuk memonitor data kesiapan santri ponpes serta memantau persiapan penyelenggara pada ponpes tersebut, hasil monitoring ini untuk menunjukan komitmen akan tepat waktu, tepat jumlah, sehingga pada saatnya nanti pelaksanaan UNPK Tingkat Ula, Wustha dan Ulya dapat berjalan lancar sesuai dengan kalender pendidikan dan terakhir adalah menyinkronkan data peserta UNPK antara penyelenggara UNPK dari Kemenag dan dari Dinas Pendidikan,” tambahnya.

Muqodam, menambahkan bahwa tahun 2017 ini ada penerapana kebijakan penggunaan aplikasi untuk pembaharuan data santri, dimana harus memiliki Nomor Induk Santri Nasional (NISN) dan Nomor Pokok Santri Nasional (NPSN), sehingga asal usul santri dari lembaga pesantren yang bersangkutan akan diketahui dan bisa menghindari terjadi double data santri. (hfn/rf).