Saefudin, salah satu penyuluh Agama Islam Fungsional Kota Magelang yang mengikuti TOT TIK

Pelatihan Teknologi Informasi Bagi Penyuluh Agama Islam Diharapkan Membawa Perubahan Besar Pada Umat

Semarang (Penaisdayazawa) – Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini telah membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Berbagai kemudahan, efisiensi dan efektivitas yang ditawarkan TIK perlu ditunjang dengan penetrasi yang merata di seluruh wilayah dan seluruh kalangan masyarakat.

Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama harus mampu menyikapi perubahan zaman ini sehingga perlu melakukan transformasi dalam mengikuti perkembangan zaman. Oleh karena itu literasi digital Penyuluh Agama Islam perlu di tingkatkan sebagai sebuah upaya dalam menjawab tantangan dakwah di era digital dimaksud.

Menimbang pentingnya upaya diatas Kementerian Agama sebagai pemilik asset SDM Penyuluh Agama bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai leading sector bidang komunikasi dan informatika berupaya untuk mendukung upaya peningkatan kompetensi digital para penyuluh melalui Kerjasama Pendidikan dan Pelatihan TIK bagi Penyuluh Agama Islam tahun 2021.

Kegiatan Pelatihan TIK bagi Penyuluh Agama Angkatan 1 dilaksanakan mulai tanggal 26 Juli 2021 sampai 6 Agustus 2021 secara virtual melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh 500 Penyuluh Agama Islam baik Fungsional maupun Non-PNS se-Indonesia yang terbagi menjadi 10 kelas yang masing-masing kelas terdiri 50 peserta dan diampu oleh dua pengajar dan satu admin.

Tim pengajar dan admin merupakan hasil seleksi dalam kegiatan TOT Bintek TIK bagi Penyuluh Agama Islam yang diadakan pada tanggal 20-26 Juni 2021 di BPPTIK Kominfo Cikarang Bekasi. Dari 60 peserta yang ada, hanya 30 peserta yang dipilih berdasarkan hasil tes dan tugas yang diberikan selama TOT.  Utusan Kanwil Kemanag Prov. Jawa Tengah Achmad Syaefudin, penyuluh fungsional dari Kemenag Kabupaten Magelang dan juga wakil sekretaris Pokjaluh Prov. Jateng merupakan salah satu peserta yang lolos menjadi tim pengajar.

Sementara itu pejabat fungsional Bidang Penaisdayazawa yang menangani para penyuluh se-Jateng, Khamdani mengatakan dalam kesempatan yang berbeda, bahwa kegiatan ini diharapkan dapat diikuti oleh sebanyak mungkin penyuluh agama Islam fungsional maupun non PNS yang ada di Jawa Tengah karena membantu para  Penyuluh Agama Islam untuk berinovasi dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan di masyarakat.

“Saya mengharapkan seluruh penyuluh agama Islam fungsional dan non PNS yang ada di Jawa Tengah dapat mengikuti pelatihan TIK dengan harapan mampu berdakwah melalui media sosial. Bahkan lebih jauh lagi, Penyuluh Agama Islam diharapkan menjadi influencer kebaikan di media sosial yang dapat membawa perubahan besar pada umat dan bukan menjadi penyebar hoaks.” tegas Khamdani Jumat (20/08) di ruang kerjanya.

Kegiatan Pelatihan TIK bagi Penyuluh Agama ini akan terus dilanjutkan secara berkala dengan target seluruh Penyuluh Agama Islam se-Indonesia yang berjumlah sekitar 50.000 orang. (Aby/Sae/qq)