Pelepasan Dan Penyerahan Peserta Didik kelas XII MA NU Banat Kudus

Kudus – Sebanyak 335 siswi MA NU Banat Kudus terdiri dari jurusan  IPA, IPS , Bahasa dan PK    (Program Keagamaan) mengikuti pelepasan dan penyerahan Peserta Didik kelas XII, 29/01'18. Kegiatan  di hadiri seluruh siswi kelas XII MA NU Banat Kudus, Kepala Madrasah , Kepala Kemenag,  Ketua Komite, Guru dan Pegawai serta orang tua wali peserta didik . Hadir pula Direktur Kurikulum, Sarana , Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah Kemenag RI.

Kepala MA NU Banat Kudus  Sri Roekhanah mengucapkan terima kasih kepada orang tua wali murid  dan para undangan lainya yang hadir pada kegiatan ini . Beliau berharap dalam menghadapi hidup peserta didik  harus mempunyai prinsip untuk masuk ke lingkungan yang luas, beraneka ragam dan bentuk lingkungan sosial dan idiologi akan ditemui. Maka jangan korbankan prinsip demi toleransi. Dimanapun jadilah srikandi srikandi yang Ahlussunnah waljamaah yang berkomitmen kuat demi kejayaan  ahlussunnah di bumi pertiwi ini. Istiqomahkan amalan amalan  Ahlussunah waljamaah dimanapun berada, Dan jangan lupa jasa guru yang telah mengantarkan cerdas intelaktual, spiritual, sosial dan emosional. Semoga Allah memberikan kekuatan dan ridho Nya kepada kita semua untuk menjalankanya. ucapnya

Hadir Direktur Kurikulum, Sarana , Kelembagaan dan Kesiswaan Madarasah Kemenag RI,Umar dalam  sambutannya mengatakan madrasah saat ini  jauh lebih baik dibandingkan  madrasah pada kurun 5-10 tahun yang lalu. Saat ini madrasah tidak lagi menjadi tempat penampungan anak anak yang sudah tidak diterima di lembaga lain tetapi sudah menjadi tujuan orang tua yang ingin memasukan anak yang benar yaitu masuk di madrasah.  Dikatakan “madarasah semakin bagus tetapi yang diterima adalah anak orang yang kaya sementara anak orang fakir ditinggalkan ini adalah dosa besar, karena madrasah dulu adalah basisnya orang orang pedesaan, oleh karena itu jangan sampai dilupakan” Tandasnya.

Tahun 2035 adalah awal indonesia memasuki Bonus Demokrasi yang diperkirakan sampai  tahun 2045 dimana bangsa indonesia memasuki tahun indonesia emas. Pada saat itu yang dibutuhkan dalam memimpin bangsa adalah orang mempunyai tiga  kompetensi yaitu memiliki ilmu Sains, ilmu tehnologi dan ilmu language ( ilmu bahasa ). Oleh karena itu memilih madrasah  sangat tepat karena madrasah mengadakan pengetahuan dan juga membekali karakter aklak dan taqwa yang kuat . Inilah pikiran kita yang tepat.

Ditambahkan untuk menjadi orang yang hebat harus semangat dan kompak. Dengan semangat menjadikan tenaga kita kuat. Dan hanya orang yang mempunyai semangatlah  hidupnya akan menjadi  sukses .

Noor Badi dalam sambutannya mengatakan  untuk menghadapi demo geografi mendatang  harus ada kegigihan dalam menempuh proses kelanjutan. Saat ini para peserta didik baru dibekali potensi yang di lihat oleh dewan guru. Karena tugas pendidik adalah mengembangkan potensi para peserta didik tinggal  potensinya bagaimana. Undang undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas jelas mencari potensi potensi yang ada pada peserta didik baik yang ada di madrasah maupun di sekolah. ujarnya

Saat ini madrasah aliyah tidak dipandang  sebelah mata, dari jumlah madrasah yang jumlahnya 65 baik negeri maupun swasta  telah melaksanakan ujian berbasis komputer artinya peserta  didik saat ini tidak gaptek masalah tehnologi.

Di akhir sambutanya beliau berharap agar potensi yang di miliki oleh madrasah bisa dikembangkan sehingga madrasah mampu bersaing dengan pendidikan yang di kelola oleh lembaga lain.( St Zul/wwk/bd ).