Pencitraan bukan kebohongan, tetapi karya nyata yang dimediakan

Berita Kegiatan Wujud Tanggung Jawab Kemenag Pada Publik

Karanganyar – Jangan menilai sebuah buku dari sampulnya. Sepertinya kata-kata bijak itu tidak tepat bila ditujukan untuk sebuah institusi dan orang didalamnya saat ini. Kenyataannya banyak dari masyarakat sekarang lebih sering menilai sesuatu dari tampilan luarnya, mereka tidak cukup banyak waktu untuk mengenal lebih lanjut dan mempelajari lebih dalam untuk membuktikan seseorang dan sebuah institusi itu baik menurutnya. Terlebih ada ungkapan tidak resmi di beberapa kalangan media bahwa “good news” adalah “bad news”, akibatnya mereka lebih sering menampilkan berita negatif.

Untuk menjembatani pola pikir masyarakat urban dan kecenderungan beberapa kalangan media seperti ini, banyak cara yang dapat dilakukan untuk memberitahu mereka tentang nilai positif sebuah institusi. Salah satu caranya adalah dengan membuat berita positif berupa kegiatan dan prestasi yang didapat. Apalagi dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi seperti saat ini, humas sebuah institusi tidaklah sulit untuk menayangkan beritanya, bisa melalui situs website, media sosial, atau lain sebagainya.

Ketika Rapat Kerja DIPA 2015 di Tawangmangu, 5/2/15, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Musta’in Ahmad menyampaikan apresiasinya atas berita kegiatan di lingkungan kantornya yang ditayangkan pada Website Kemenag Kanwil. Namun menurutnya berita-berita tersebut masih perlu di tingkatkan kuantitasnya, mengingat masih banyak kegiatan yang belum diberitakan.

“Kita sudah berkomitmen paling tidak ada satu berita yang muncul di website nya Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, One day one news. Berita yang masuk tidak harus kegiatannya Kepala Kantor, bisa siapa saja, penyuluh, pegawai, kepala KUA, Kasi, atau siapapun yang berhubungan dengan Kementerian Agama”, ujarnya didepan seluruh peserta raker.

Walaupun masih banyak kekurangan terutama dalam menyajikan berita yang menarik dan berkualitas, namun komitmen satu berita tiap harinya ini tentu menjadi pemicu semangat pranata Humas Kankemenag Kabupaten Karanganyar.

“One day one news, untuk apa? Untuk pertanggungjawaban pada publik kalau kita bekerja. Karena sering kali kita mendapat prestasi, melakukan kebaikan, tetapi karena tidak kita sodorkan ditengah-tengah masyarakat, maka keberadaan kita dianggap tidak ada. Apalagi kalau berita negatif yang sering diterima masyarakat, maka citra Kementerian Agama bisa semakin buruk”, lanjutnya.

Pencitraan untuk sebuah institusi pemerintah memang penting adanya, harus dibuat, harus diusahakan, pasalnya saat ini konotasi negatif sering kali dialamatkan pada Aparatur Sipil Negara (ASN). Tentunya pencitraan yang ditampilkan bukanlah suatu kebohongan, tetapi memang benar adanya. (Hadi)