Pendidikan Life Skill Membina Kemandirian Santri Pondok Pesantren

Grobogan – Pondok pesantren dalam perspektif pendidikan Islam sejatinya tidak hanya memperkaya pikiran para santri dengan penjelasan-penjelasan keilmuan agama belaka, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam membentuk dan meninggikan moral, melatih mempertinggi semangat, menghargai nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan, mengajarkan sikap dan tingkah laku yang jujur dan bermoral, bahkan juga kemampuan dalam menghadapi kehidupan masa depannya dengan pendidikan lifeskills yang didapati selama di pesantren.

Pondok pesantren Miftahul Huda Dusun Blabur, Desa Mangunrejo, Kec. Pulokulon, Kabupaten Grobogan yang diasuh KH. Hasan Rohmad menerapkan pondok pesantren berbasis life skills untuk menunjang mengembangkan potensi diri agar dapat memecahkan problema kehidupan secara konstruktif, inovatif dan kreatif sehingga dapat menghadapi realitas kehidupan di masyarkat.

“Fungsi utama pendidikan pesantren adalah pendalaman ilmu agama atau tafaqquh fid-din. Namun, para santri juga perlu diberi penguatan kompetensi dan keterampilan pembuatan tas, kain batik, kaligrafi, jam digital, ternak ayam dan sebagainya untuk sebagai bekal hidup di masyarakat,” terang KH. Hasan sang pengasuh pondok.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Grobogan Hambali  didampingi kasi Pendidikan Pondok Pesantren Roiz Kamdani melakukan kunjungan di Pondok Pesantren berbasis life skills Miftahul Huda Pulokulon, yang satu-satunya ada di Kabupaten Grobogan, Selasa (17/04).

Kepala Kantor Kemenag Hambali mengatakan pendidikan life skills dalam membina kemandirian vokasional santri pondok pesantren Miftahul Huda perlu ditiru, karena untuk mewujudkan santri-santri yang berkomponen dan memiliki ketrampilan khusus dalam berbagai bentuk ilmu sehingga dapat dijadikan sebagai bekal dimasa depan serta maupun bersaing di era globalisasi.

“Pendidikan kecakapan hidup (lifeskills sebenarnya bukan merupakan hal baru bagi pesantren, sebab sejak dahulu jenis pendidikan ini memang menjadi andalan bagi pesantren. pendidikan pondok pesantren yang dilaksanakan secara tradisional di lingkungan pesantren perlu mendapatkan sentuhan teoritis dan teknis, sehingga para alumni lembaga pendidikan lainnya dalam berebut lapangan pekerjaan yang semakin lama semakin kuat,” ungkap Hambali.

Kemenag juga mendukung program pemberdayaan Pendidikan kecakapan hidup (life skills) pesantren. Hal inilah yang kemungkinan besar menunjukkan bahwa pesantren itu lebih unggul dalam mempersiapkan generasi handal yang mampu mencetak output yang siap pakai dan tangguh di tengah-tengah masyarakat. (bd/gt)