Penghulu Selalu Responsif, Akuntabel, Profesional, Ikhlas & Humanis

Wonogiri – Seorang penghulu harus bekerja dengan memaksimalkan waktu yang ada, jangan menunda pekerjaan karena kita bekerja dituntut untuk berinovasi atau menghasilkan gagasan baru serta bekerja dengan produktif.

Bekerja harus teliti, jangan menyepelekan pekerjaan karena itu bekerjalah dengan rasa tanggungjawab yang tinggi, dedikasi kepada pimpinan dan teladan kepada bawahan bahkan kepada masyarakat. Jika demikian, maka penilaian dan kredit point pun dengan sendirinya dari atasan akan di dapat.

Hal tersebut di sampaikan Ka. Kankemenag Wonogiri, H. Subadi dalam acara sosialisasi PAK bagi penghulu se kabupaten Wonogiri, minggu kemarin di Aula kankemenag Wonogiri, yang di ikuti seluruh penghulu di lingkungan Kankemenag Wonogiri, turut hadir dalam acara tersebut Plt. Kasi Bimas Islam, H. Wahid Arbani.

H. Subadi menyampaikan bahwa berdasarkan KMA No. 517 Tahun 2001 menyebutkan KUA memiliki tugas dengan menyelenggarakan fungsi: menyelenggarakan statsistik dan dokumentasi; menyelenggarakan surat menyurat, kearsipan, pengetikan, dan rumah tangga KUAKecamatan; dan melaksanakan pencatatan nikah, rujuk, mengurus dan membina masjid, zakat, wakaf, baitul maal dan ibadah sosial, kependudukan dan pengembangan keluarga sakinah sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Dirjen Bimas Islam berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

KUA sebagai garda terdepan Kementerian Agama menurut Subadi dalam melayani masyarakat, untuk itu penghulu harus benar-benar melayani serta penuh keramahan, tetap harus bersinergi dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Berilah pelayanan masyarakat dengan RAPIH artinya Responsif, akuntabel, profesional, ikhlas dan humanis  insallah masyarakat akan puas dan senang sehingga KUA mampu memberikan pelayanan yang bermutu” pesannya

Penghulu adalah orang yang berada di garis depan di dalam pelayanan umat. Oleh karena itu wajah Kemenag secara umum akan terlihat baik atau buruk tergantung kepada bagaimana KUA memerankan peran yang sangat strategis tersebut.

Setiap ASN  di KUA mesti di maksimalkan kemampuan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. Ini semua dalam mendukung dan mewujudkan reformasi birokrasi dalam rangka mencapai WTP. (Mursyid_Heri/rf)