Pentingnya Memahami Konsep Moderasi Beragama

Surakarta – Seksi Bimbingan Masyarakat Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta mengadakan silaturahmi takmir masjid Kota Surakarta (27/10). Acara ini diselenggarakan di Gedung Aula Kantor Kemenag Kota Surakarta dengan tema “Dari Masjid Untuk Solo yang Sejuk dan Damai’. Hadir dalam acara ini yaitu Koramil Kota Surakarta, Kepala Kesbangpol Kota Surakarta, serta KaPolresta Surakarta. Silaturahmi ini dihadiri oleh 25 takmir dari berbagai masjid di Kota Surakarta.

Acara ini diadakan sebagai wadah silaturahmi bagi takmir – takmir masjid di Kota Surakarta yang sudah 2 tahun belakangan ini ‘ditinggal’ oleh jamaahnya dikarenakan pandemi covid-19 yang kemudian menerapkan pray from home untuk menghindari kerumunan. Hidayat Maskur dalam sambutannya menyampaikan bahwa masyarakat butuh bahagia, bukan kaya untuk menuju pada kedamaian. Selaras dengan hal tersebut, beliau juga menyampaikan bahwa kedamaian di masyarakat didukung dengan program unggulan Kementerian Agama Repubik Indonesia yaitu moderasi beragama. “Moderasi beragama mendapat banyak penafsiran di masyarakat. Tidak semua berjalan satu pemikiran dan satu pandangan, serta. Disinilah letak kita untuk menguatkan dan mengedukasi bahwa moderasi beragama merupakan sikap dan pemahaman kita untuk beragama sekaligus memberi ruang untuk orang lain dalam beragama,” tegasnya

Moderasi agama bukan untuk mencampuradukkan agama, namun untuk memberi ruang dan menghormati orang lain sehingga terciptalah kedamaian dan kerukunan di masyarakat. Disamping itu, Kapolresta Kota Surakarta menyampaikan dan mengingatkan akan pandemi covid-19 yang berpengaruh ke berbagai bidang kehidupan. Beliau mendukung penuh kedamaian dan kerukunan di masyarakat. Pandemi Covid-19 menimbulkan kebiasaan baru yaitu penggunaan masker. “Kita diwajibkan menggunakan masker tujuannya bukan hanya ke diri sendiri untuk terhindar dari Covid-19. Namun, penggunaan masker itu sebagai usaha kita agar tidak menularkan penyakit ke orang lain,” tuturnya.

Silaturahmi ini juga menjadi wadah bagi takmir masjid untuk berdialog dengan narasumber yang hadir. Salah satu takmir masjid menyampaikan keluh kesahnya terkait dengan salah satu kegiatan sekelompok masyarakat yang mengganggu aktivitas masjid. Polresta Surakarta juga menyampaikan solusi dan menyatakan siap melayani dan membantu masyarakat. Acara ini secara ketat menerapkan protokol kesehatan dalam penyelenggaraannya. (nd/my/gd)