Pentingnya sistem informasi dan menejemen pada KUA

Wonogiri – KUA memiliki tugas yang cukup berat dan sekaligus mempunyai peran yang signifikan dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat. Kondisi demikian jelas menuntut seluruh komponen KUA harus mempunyai dedikasi, profesionalisme dan semangat kerja yang tinggi, sebab tanpa itu semua niscaya KUA hanya sekedar papan nama saja termasuk mengembangkan pelayanan yang berbasis teknologi.

Sesuai komitmen bersama bahwa tahun 2015 harus menjadi momentum pelayanan terbaik kepada masyarakat, mengingat KUA Sebagai ujung tombak pelayanan di tingkat kecamatan dipandang masyarakat sebagai cermin kualitas pelayanan Kementerian Agama, sehingga wajar jika KUA dituntut untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

Salah satu ruh dalam pelaksanaan tugas KUA adalah tata laksana administrasi dan pembukuan, KUA harus mempunyai profil yang memuat visi misi, data personalia, data pernikahan, standar pelayanan KUA, letak geografis dan lain sebagainya. Profil KUA menjadi potret tentang keberadaan institusi KUA dan sangat penting karena menjadi standar dan barometer pelayanan yang prima kepada masyarakat.

Demikian di sampaikan Kasi Bimas Islam Kankemenag Wonogiri H. Haryadi, MSI acara rapat kerja kepala KUA sekaligus penandatangan kontraktual pramu bhakti dan penjaga KUA, Kamis (16/4/2015) di Aula Kankemenag Wonogiri yang di ikuti kepala KUA se-Kabupaten Wonogiri serta tenaga pramubhakti dan penjaga KUA se Kabupaten Wonogiri.

H. Haryadi mengharapkan KUA sebagai ujung tombak Kantor Kementerian Agama untuk selalu memberikan pelayan prima di KUA baik yang melayani dan yang di layani, selain menyangkut NR, KUA harus memberikan bimbingan jamaah haji yang meliputi pengumpulan, pengolahan dan penganalisaan data jamaah haji dan melakukan pembimbingan jama’ah haji / manasik haji. Selain itu KUA juga harus melakukan penertiban masalah perwakafan secara administrasi dan pemberdayaan zakat.

Menurut Haryadi kepala KUA bertanggung jawab mengawasi dan memantau kinerja dari tenaga pramu bhakti dan penjaga KUA, beliau mengingatkan dan berpesan bahwa perilaku disiplin seorang pegawai harus di mulai dari diri sendiri. Kepada tenaga pramu bhakti dan penjaga KUA untuk bekerja dengan baik jangan melihat besar kecilnya honor semoga dengan kerja yang baik akan memberikan manfaat di masa mendatang.

”Tingkatkan etos kerja dengan kerja keras, kerja cerdas dan terakhir kerja ikhlas sebagai manifestasi ukhrowi. Bekerja disiplin harus di dasarkan kewajiban bukan karena tunjangan atau yang lain, absensi harus di laksanakan sesuai aturan, segera lakukan pembenahan dan peningkatan kualitas layanan KUA mengingat layanan KUA adalah ujung tombak Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat”, imbuhnya.

Seperti di ketahui bahwa dalam rangka peningkatan pelayanan KUA kepada masyarakat, Kementerian Agama mengembangkan pelayanan yang berbasis teknologi, yakni dengan Sistem Informasi Manajemen Nikah atau yang dikenal dengan SIMKAH. Aplikasi ini SIMKAH merupakan aplikasi yang berfungsi dan bertujuan untuk membangun Sistem Informasi Manajemen Penikahan di KUA Membangun Sistem Informasi Manajemen Penikahan di KUA. Dengan pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat menyajikan data yang cepat dan akurat serta mempermudah pelayanan, pengendalian dan pengawasan sehingga publik bisa mendapatkan pelayanan informasi yang lengkap, cepat dan akurat. (Mursyid _ Her)

Wonogiri