Penyuluh Agama Diimbau Kuliah S-2

PURWOKERTO– Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Pascasarjana IAIN Purwokerto Dr Musta’in, mengadakan pertemuan dengan Kelompok Kerja Penyuluh Agama (KKPA) Kabupaten Banyumas, pekan lalu.

Pertemuan dengan para penyuluh agama itu difasilitasi Plt Kasi Bimas Kemenang Banyumas, Akhsin Aedi dan berlangsung di Kemranjen, Banyumas. Musta’in mengatakan, pertemuan dengan para penyuluh agama ini penting untuk melakukan sosialisasi kegiatan Program Pascasarjana KPI. Dia berharap para penyuluh mau melanjutkan studi S-2 di Prodi KPI. ”Para penyuluh perlu meningkatkan kualitas diri,” ujarnya.

Akhsin Aedi menjabarkan tentang penyuluh agama Islam perspektif manajemen media dakwah dan komunikasi Islam. Kedudukan penyuluh ditengah-tengah masyarakat sangat penting dan peranannya cukup besar, baik karena ilmunya maupun keteladanannya dalam pengamalan keagamaan.

”Peran besar penyuluh perlu ditopang dengan upaya pengembangan potensi diri yang secara terus menerus dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Tingkatkan Kualitas

Dia mengatakan, ada beberapa cara dalam rangka meningkatkan potensi diri dapat dilakukan, antara lain dengan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang memiliki keterkaitan dengan profesi. Juga bisa dengan cara terus belajar agar bekal keilmuan yang dimiliki dapat bertambah.

Musta’in bersukur saat ini sudah ada enam anggota penyuluh yang melanjutkan studi pascasarjana di IAIN Purwokerto. Harapannya langkah yang bagus itu dapat diikuti oleh anggota penyuluh yang lain untuk menjadi bagian dari mahasiswa pascasarjana program Komunikasi Penyiaran Islam (KPI). Ditambahkan, untuk tahun ini Pascasarjana IAIN Purwokerto akan membuka pendaftaran mahasiswa baru mulai 4 Juni sampai 20 Juni.

Rencananya ada tujuh prodi S-2 yang akan membuka pendaftaran termasuk di dalamnya KPI dan S-3 Interdisipliner. Harapannya ke depan semakin banyak yang tertarik untuk menjadi bagian dari sivitas akademika IAIN Purwokerto.

Ketua KKPA Banyumas, Faisal Reza mengatakan, mendapatkan arahan dari Kaprodi KPI Pascasarjana itu merupakan kesempatan baik bagi tenaga penyuluh agar dapat meningkatkan kualitas pemahaman ilmu komunikasi sekaligus dakwah dalam mengemban tugas mulia sebagai penyuluh.

Dikatakan, penyuluh dihadapkan pada beberapa permasalahan yang membutuhkan pertimbangan yang bagus untuk memutuskan solusi yang akhirnya dimunculkan. Sehingga kedepan penyuluh dapat betul betul dirasakan kehadirannya oleh masyarakat.

Menurut Faisal sudah menjadi kebutuhan bagi setiap profesi khususnya penyuluh untuk terus berkomitmen mengembangkan potensi diri. Dengan meningkatnya sumber daya manusia penyuluh maka persolan yang muncul ditengah masyarakat dapat diatasi dengan tepat.(sm/bd)