Penyuluh Agama Islam Adakan Anjangsana dan Jum’at Bersih

Wonogiri Penyuluh Agama Islam non PNS Kecamatan Baturetno mengadakan kegiatan anjangsana dan Jumat Bersih di Masjid Al Barokah, Sewusari, Talunombo, Baturetno sekaligus menyerahkan bantuan buku Iqro dan Mushaf Al Quran, Jumat (05/05) yang di ikuti Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) Baturetno dan penyuluh Agama Islam non PNS.

Menurut Kepala KUA Kecamatan Baturetno, Muh Beny Yuzar di dampingi Penyuluh Agama Islam Fungsional, Nurul Zuliawati menyampaikan bahwa di daerah penyuluh agama Islam yang ideal bukan saja bisa berceramah atau dakwah bil lisan saja tetapi di tuntut harus memberikan contoh kepada umatnya / atau di kenal dakwah bil hal.

Sehingga kegiatan seperti yang di lakukan di atas benar-benar bisa memberikan kontribusi riil kepada umat atau jamaah masjid.

Ketika dimintai tanggapannya Kasi Bimas Islam, H. Haryadi di Ruang kerjanya, Senin (08/05) menyampaikan bahwa Penyuluh Agama Islam mempunyai peran penting dalam pemberdayaan masyarakat, kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama Islam dan pembangunan melalui bahasa agama. Penyuluh Agama Islam menjadi ujung tombak Kementerian Agama RI dalam melaksanakan penerangan agama Islam di tengah pesatnya dinamika perkembangan masyarakat Indonesia.

Penyuluh agama Islam mempunyai fungsi yang sangat dominan dalam melaksanakan kegiatannya mempunyai fungsi informatif dan edukatif yaitu memposisikan sebagai dai yang berkewajiban mendakwahkan Islam, menyampaikan penerangan agama dan mendidik masyarakat dengan sebaik-baiknya sesuai ajaran agama.

“Peran signifikan penyuluh agama Islam non PNS menjadi terlihat terang benderang dilingkungan masing-masing. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama sangat berterimakasih karena telah membantu tugas-tugas yang tidak dapat dijangkau Pemerintah, memberikan pemahaman agama, mengajari ngaji, sholat, bahkan juga dengan kegiatan sosial sepertu anjangsana dan jumat bersih”, imbuhnya

Saat ini penyuluh agama Islam yang keberadaannya di koordinir KUA merupakan corong terdepan sekaligus sebagai dinamisator, motivator dan stabilisator untuk agama Islam yang rahmatan lilalamin.

Untuk itu Kasi Bimas Islam berpesan untuk memantapkan peran Kantor Urusan Agama kecamatan sebagai etalase terdepan Kementerian Agama, karena baik buruknya instansi ini dipengaruhi oleh performance atau kinerja KUA yang keberadaannya di setiap kecamatan. KUA Garda terdepan dalam membangun citra atau image Kemenag karena KUA langsung memberi pelayanan terhadap masyarakat. (Mursyid_Heri/Wul)