Penyuluh Agama Islam Kec. Bandar Luncurkan Program Goes To School

Batang – Untuk meminimalisir angka kenakalan pada remaja dan mensosialisasikan bahaya narkoba, Penyuluh Agama Islam Kec. Bandar Meluncurkan program Goes to School. Kegiatan ini dimulai dari SMP Negeri 2 Bandar pada hari ini, Jum’at (30/11) yang diikuti oleh kelas 9 sebanyak 132 siswa. Lounching gerakan penyuluh Goes To School dibuka langsung oleh kepala KUA  Kecamatan Bandar, dan dihadiri oleh kepala SMPN 2 bandar, wakil kepala sekolah dan Penyuluh Agama Islam Kec. Bandar.

Dalam sambutanya kepala KUA Kec. Bandar H. Sawaluyo mengatakan bahwa Penyuluh harus pro aktif dan selalu berinovasi dalam melaksanakan penyuluhan. Salah satunya adalah dengan datang langsung ke sekolah-sekolah, melakukan edukasi kepada siswa-sisiwi terkait akan bahaya narkoba

“Penyuluh harus pro aktif dan selalu berinovasi dalam melaksanakan penyuluhan. Salah satunya adalah dengan datang langsung ke sekolah-sekolah, melakukan edukasi kepada siswa-sisiwi terkait akan bahaya narkoba”, katanya .

Sementara itu koordinator Penyuluh Agama Islam Kec. Bandar Alif Rahman menjelaskan, bahwa kegiatan penyuluh Agama Islam Goes to School ini dilaksanakan setiap satu pekan sekali di hari jum’at, mulai pukul 08.00 s.d 10.30 WIB dengan peserta secara bergantian tiap pekannya, dari mulai kelas 7, kelas 8 dan kelas 9.

“Kegiatan penyuluh Agama Islam Goes to School ini dilaksanakan setiap satu pekan sekali di hari jum’at, mulai pukul 08.00 s.d 10.30 WIB dengan peserta secara bergantian tiap pekannya, dari kelas 7, kelas 8 dan kelas 9. ”, jelasnya.

Beliau menambahkan bahwa maksud dan tujuan kegiatan ini adalah sebagai salah satu bagian dari upaya para penyuluh agama Islam untuk bersama-bersama memberikan informasi dan edukasi terkait maraknya kenakalan remaja dan bahaya narkoba di kalangan remaja khususnya pelajar.

“Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah sebagai salah satu bagian dari upaya para penyuluh agama Islam untuk bersama-bersama memberikan informasi dan edukasi terkait maraknya kenakalan remaja dan bahaya narkoba di kalangan remaja hususnya pelajar”, imbuhnya.

Pada kesempatan ini yang bertindak sebagai narasumber adalah Ririn Rohmana dan M.Nasirin. Keduanya merupakan penyuluh agama Islam Non PNS Kec. Bandar yang memang memiliki spesifikasi  kepenyuluhan di bidang Narkoba dan HIV-AIDS.

“Narkoba adalah musuh Bersama dan Indonesia sekarang berada dalam kondisi darurat narkoba. Sehingga pelajar harus membentengi diri dengan ke imanan dan ketaqwaan yang kuat serta pandai dalam memilih pergaulan” demikian salah satu paparan dari Rohmana dan M. Nasirin.

Kepala SMPN 2 Bandar Siswanta, dalam keteranganya memberikan apresiasi dan senang sekolahanya dijadikan sebagai salah satu pilot project kegiatan tersebut.

“Kami mengapresiasi program penyuluh agama Islam di tempat kami, sehingga anak didik kami bisa memperoleh edukasi dan informasi lebih dini terkait persoalan kekinian terutama menyangkut kenakalan remaja dan Narkoba”, katanya. (Zy/rf)