Penyuluh Agama Islam Komitmen Sukseskan

Wonogiri – Fenomena kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Wonogiri bagaikan fenomena gunung es dan setiap hari muncul baik di media cetak maupun elektronik sehingga membutuhkan penanganan yang lebih konsen terhadap korban kekerasan terhadap anak.

Kasus kekerasan terhadap anak yang muncul semakin hari semakin dramatis dan menjadi permasalahan serius, sepertinya belum menemukan solusi tepat dalam hal mengatasinya. Hal ini terbukti dengan angka kasus kekerasan terhadap anak semakin meningkat dengan berbagai kasus yang semakin variatif.

Salah satu program penanggulangannya dengan Program PKK Wonogiri Empati Masalah Anak dan Keluarga (Pawon Emak) di harapkan program ini mampu memberikan jaminan terwujudnya ketahanan keluarga. Melalui Pawon Emak pula terselenggaranya pelayanan dan perlindungan pada korban kekerasan berbasis gender dan anak. Program Pawon Emak saat ini semakin di gencarkan dengan menggandeng para Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, mereka  secara aktif memberikan pendampingan dan motivasi serta bimbingan rohani kepada masyarakat lewat jalur PKK.

Salah satunya kiprah Nurul Zuliawati penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kec. Baturetno selalu aktif bersama PKK memberikan penyuluhan di desa-desa maupun se Kec. Baturetno

Kepala Kankemenag Wonogiri, Subadi pada Rabu (21/03) menyampaikan bahwa  selain upaya konkrit yang di lakukan penyuluh agama, secara institusi Kementerian Agama selalu berperan aktif dalam pembangunan bidang agama dan mental spiritual, serta ikut menanggulangi kekerasan anak di Wonogiri yang sudah pada tataran memprihatinkan baik melalui penyuluhan yang di lakukan penyuluh agama, ponpes, madrasah maupun lewan guru agama.

“Komitmen untuk menanggulangi dan mencegah terjadinya kasus-kasus anak, dibutuhkan komitmen bersama untuk melindungi anak, baik pemerintah, masyarakat, orang tua dan ketahanan keluarga,” jelasnya

Keluarga merupakan benteng utama dalam membentuk karakter anak, keutuhan kehidupan keluarga penting untuk di perkuat dengan pendidikan keluarga yang komprehensif, keluarga yang kuat dan religi akan berdampak terhadap perkembangan anak kearah yang positif, sehingga keluarga sebagai fungsi pencegahan. (mursyid_heri/Wul)