Penyuluh Buddha Kudus Gelar Pembinaan Majelis/Organisasi

Kudus (Namo Buddhaya) Dilatar belakangi pemahaman, penghayatan dan pengamalan agama yang harus ditingkatkan, pelayanan kehidupan beragama yang perlu ditingkatkan, eksklusivisme intern kehidupan beragama Buddha masih dirasakan dan perlunya peningkatan kehidupan beragama yang harmonis maka dipandang perlu dilaksanakan pembinaan Majelis/Organisasi Buddha (18/8) kemarin di @HOM Hotel, Jalan Tanjung No. 14-16 Kabupaten Kudus Provinsi Jawa Tengah.

Tujuan diselenggarakannya kegiatan Pembinaan Majelis/Organisasi Buddha ini diyakini merupakan jalan sekaligus momen membangun sebuah organisasi Buddhis yang bermutu, mandiri, mampu menumbuhkan SDM yang berkualitas dan dapat bersaing sesuai perkembangan jaman sejalan dengan tema kegiatan yang diusung yaitu ‘Melalui Pembinaan Majelis/Organisasi Buddha kita tingkatkan kerukunan intern umat beragama Buddha demi menjaga dan mempererat keutuhan NKRI jelas Sukesi, M.Pd.B selaku Ketua Panitia. Peserta kegiatan ini adalah pengurus Majelis/Organisasi Buddha se Kabupaten Kudus yaitu MBI, Magabudhi, Majubuthi, Matrisia, Wandani, Patria, Sekber PMVBI dengan total peserta 60 orang dan 3 orang narasumber yang berkompeten dibidangnya (Drs. H. Noor Badi, MM-Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus dengan judul materi Kebijakan Kementerian Agama Kabupaten Kudus terhadap kemajuan organisasi keagamaan Buddha, Ngateman, S.Pd-Anggota DPRD Kabupaten Kudus Komisi B dengan judul materi Kontribusi DPRD Kabupaten Kudus terhadap perkembangan organisasi keagamaan Buddha, Drs. Mundir-Kabag Kesra Setda Kudus dengan judul materi Kebijakan Pemerintah Kabupaten Kudus terhadap pengelolaan organisasi keagamaan Buddha.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, Drs. H. Noor Badi, MM membuka secara resmi kegiatan Pembinaan Majelis/Organisasi Buddha Tahun 2017, dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa melalui kegiatan pembinaan ini diharapkan nantinya para pengurus majelis/organisasi Buddha agar lebih meningkatkan kemandirian dalam hal pembiayaan/pendanaan organisasi dan mengurus legalitas seiap majelis/organisasi tersebut. Dengan tujuan majelis/organisasi  tersebut dapat terkelola dengan baik sehingga dapat mewujudkan SDM Buddhis yang berkualitas dalam pelaksanaan ajaran kebenaran, tekad pantang  menyerah untuk meraih kebaikan, kesempurnaan hidup, keluhuran batin, olah akal budi dan kecerdasan,  keluhuran cinta kasih, serta harmonisasi manusia dengan alam semesta. Masyarakat Buddhis yang berkualitas yang memiliki cinta kasih dan welas asih tanpa kekerasan dan kebencian sehingga mampu menciptakan keharmonisan dengan masyarakat sekitar, keselarasan dengan alam semesta, dan toleransi beragama demi terwujudnya Tri Kerukunan Umat Beragama khususnya intern umat Buddha demi menjaga keutuhan NKRI karena NKRI harga mati. Masyarakat Buddhis diharapkan mampu mewujudkan revolusi mental sebagai gerakan hidup baru yang berlandaskan pada pelaksanaan kesusilaan, keteguhan pikiran, dan kebijaksanaan.

Sebelum mengakhiri sambutannya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus berharap dengan pengelolaan yang baik dari majelis/organisasi Buddha baik dari sisi administrasi, legalisasi majelis/organisasi maupun pendanaan akan mendukung tercapainya  SDM Buddhis yang berkualitas. Sebagai warga negara yang bermoral, kesabaran dalam mengekang hawa nafsu, pengembangan cinta kasih yang universal, kebijaksanaan dalam berpikir, serta berkata dan bertindak benar dalam mencapai kesempurnaan hidup di tengah-tengah masyarakat luas”.

Kegiatan pembinaan ini merupakan kegiatan yang kedua kali bagi umat Buddha Kabupaten Kudus, Ketua panitia menambahkan berkat koordinasi dan kerjasama yang baik antara Penyuluh Agama Buddha Kabupaten Kudus (Kiswati, S.Ag) dengan Kasi PD Pontren dan Diniyah (Drs. M. Kafit, S.Ag, M.Pd) bersama pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus khususnya Kabag Kesra Setda Kabupaten Kudus (Drs. Mundir, MM) dan DPRD Kabupaten Kudus maka lahirlah anggaran DIPA APBD Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus Dana Hibah Keagamaan dan terealisasinya anggaran ini melalui proses yang panjang pengalihan ke Dipa APBN Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus. Harapannya kegiatan seperti ini dapat terlaksana berkelanjutan setiap tahunnya dengan jenis kegiatan yang berbeda. Perhatian penuh dari Pemerintah baik Pusat maupun daerah terhadap umat Buddha Kabupaten Kudus dengan penganggaran kegiatan keagamaan merupakan pembuktian bahwa tidak ada sekat dan pilih kasih antara umat mayoritas dan minoritas karena pada dasarnya setiap umat beragama memiliki kesempatan yang sama dalam hal pengembangan lembaga keagamaan dan peningkatan kualitas SDMnya untuk menuju masyarakat yang mandiri, berdedikasi tinggi, dan tentunya bermanfaat bagi masyarakat lain serta turut mensukseskan program-program pemerintah baik Pusat dan Daerah agar dapat terlaksana tepat guna, tepat sasaran, dan tepat waktu. Juga selalu terjaga keharmonisan dan toleransi intern umat beragama, antar umat beragama dan antar umat beragama dengan Pemerintah dapat diwujudkan dan dilaksanakan. Imbuhnya semoga kegiatan pembinaan Majelis/Organisasi Buddha dapat membawa angin segar bagi umat Buddha untuk lebih meningkatkan kualitas diri menjadi pribadi yang profesional dan bermartabat.

Sabbe Satta Bhavantu Sukkhitatha,

Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia

 

Regards,

Penyuluh Buddha Kab. Kudus