Penyuluh sebagai pemersatu dan pelayan masyarakat

Blora – Di era krisis multideminsi dewasa ini, Peran Penyuluh Agama Islam sangat strategis bagi masyarakat yakni sebagai pemersatu umat di saat konflik sosial agama semakin meluas, maupun pelayan sosial keagamaan dan penggerak program pembinaan mental secara terpadu.

Oleh karena itu, fungsi dan peran penyuluh baik PNS maupun Non PNS hendaknya perlu dioptimalkan lagi supaya tepat sasaran sesuai tugas pokok dan fungsinya dengan adanya pembinaan secara rutin dan halaqah tukar pikiran dalam mengembangkan metode dan materi penyuluhan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Penyuluh PNS se-Kabupaten Blora meskipun hanya 14 jumlahnya, secara rutin perlu melaksanaan koordinasi untuk meningkatkan kapasitasnya masing-masing sebagai agentof change masyarakat, serta perlu diskusi terkait metode dan materi penyuluhan sesuai dengan kebutuhan di lapangan supaya perannya optimal,” papar Kasi Bimas Islam, Maspuin di aula Kankemenag Blora (25/1).

Maspuin juga mengingatkan bahwa tugas pokok Penyuluh Agama Islam adalah melakukan dan mengembangkan kegiatan bimbingan atau penyuluhan agama dan pembangunan melalui bahasa agama dengan fungsi informatif edukatif, fungsi konsultatif dan fungsi advokatif.

Untuk itu, Penyuluh Agama Islam memiliki tanggung jawab untuk melakukan kegiatan pembelaan terhadap umat/masyarakat binaannya terhadap berbagai ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang merugikan akidah, mengganggu ibadah dan merusak akhlak seperti maraknya paham menyimpang saat ini yakni ISIS, Gafatar dan lainnya.

“Sebagaimana visi dan misi Kementerian Agama, para penyuluh agama dalam melakukan tugasnya agar memiliki kemampuan profesional sebagai dinamisator pembangunan dan pemersatu umat sehingga berperan efektif mendinamisir program-program pembangunan masyarakat serta mampu mencegah konflik di kalangan masyarakat,” imbuhnya.

Maspuin menyampaikan bahwa dintara bekal yang amat penting bagi penyuluhan agama kepada masyarakat yaitu kemampuan menggunakan pendekatan multikultural, suatu pendekatan yang berbasis pada keragaman, sehingga tidak menimbulkan provokasi, tetapi menumbuhkan ketenteraman dan kedamaian antar sesama manusia dan intern umat beragama sehingga masyarakat memiliki sikap toleransi dan mendatangkan kesejahteraan bersama baik jasmani maupun rohani.

Ketua Pokjaluh Blora, Nuril Asrori juga mengajak agar penyuluh PNS yang ada melaksanakan fungsi penyuluhan dengan mengacu pada dua tugas pokok penyuluh agama, yakni menyusun dan menyiapkan program, melaksanakan penyuluhan, melaporkan dan mengevaluasi/ hasil pelaksanaan penyuluhan, dan memberikan bimbingan dan konsultasi kepada masyarakat.

“Mari penyuluh meningkatkan pengembangan pengetahuan, menguasai tujuan dan target setiap bimbingan dan penyuluhan, menguasai materi pembelajaran penyuluhan yang diampu secara kreatif; memiliki kepribadian teladan bagi masyarakat baik akhlak, jujur, etos kerja tinggi dan rasa pengabdian yang tinggi di masyarakat sebagai pelayan umat,” pungkasnya.(ima/gt)