Perilaku Multikultural dan Toleransi Membentuk Karakter Siswa Lebih Baik

Kota Magelang – Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku, ras dan agama yang dalam kehidupannya harus saling menghormati. Islam sebagai salah satu agama yang diakui pemerintah adalah agama rahmatan lil alamin artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua umat seluruh alam semesta. Maka itu Kemenag Kota Magelang melalui Seksi Pendidikan agama dan Keagamaan Islam menggelar acara Penguatan Wawasan Islam Rahmatan Lilalamin dan Multikultural Bagi Siswa SMA/SMK di Hotel trio Magelang Kamis (23/03).

Acara yang dihadiri oleh 40 peserta didik SMA/SMK se kota magelang tersebut di buka oleh Mustofa Muhroji selaku ketua panitia. Mengawali sambutannya  mustofa menegaskan, ini merupakan program dari Kementerian Agama dalam rangka agar semua warga negara, yang beragama apapun di Indonesia hidup dengan rukun saling menghargai dan toleransi yang dimulai dari dunia pendidikan sebagai penerus bangsa khususnya bagi siswa.
‘ini merupakan program dari Kemenag dalam rangka agar semua warga negara, yang beragama apapun di Indonesia hidup dengan rukun saling menghargai khususnya bagi siswa,” tuturnya.
M. Yunus selaku Kepala Bidang hubungan antar lembaga dan kesbang dalam materinya menekankan kegiatan ini sangat penting sekali karena memberikan wawasan rahmatan lilalamin yang mendasar dan mendalam, bukan kekerasan / radikal, saling memahami sebagai hamba Allah untuk semesta alam. “Selain itu memberikan pemahaman Islam yang komplek dan Indonesia yang multikultur punya ciri dan karakteristik yang lain-lain serta punya adab yang berbeda-beda,” Kata Yunus.
Walaupun kita hidup di antara perbedaan suku, ras dan agama, tapi kita harus menjunjung tinggi toleransi keagamaan dan wawasan nasional. Islam itu bukan untuk sekelompok orang tapi itu untuk seluruh umat manusia dalam kehidupan sehari-hari, Islam menghormati agama lain.

Dan Faisal Trie Atmadja sebagai narasumber berikutnya menuturkan bahwa Islam adalah agama yang cinta damai, jangan sampai para generasi penerus bangsa ini mau disusupi paham/aliran yang menyesatkan, juga narkoba. “Menegakkan ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, bukan berarti disikapi dengan fanatik buta,” Katanya. “Tetapi harus dilakukan dengan semangat toleransi, kerukunan serta kedamaian. Karena agama Islam mengajarkan keselamatan kepada semua orang, tanpa harus mengkotak-kotakkan satu dengan yang lain,” tambahnya.

Kualitas amal dan ibadah harus terus ditingkatkan agar keislaman kita semakin baik dan bermanfaat bagi banyak orang. Harapannya siswa akan lebih paham perilaku multikultural dan toleransi dalam membentuk karakter yang lebih baik, untuk diterapkan di sekolah, masyarakat dan kehidupan sehari-hari dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. (M4r/Isma/Af)