Perkuat Sinergisitas Pencegahan Paham Radikal, Kemenag Bersama Perangkat Daerah Adakan Koordinasi dan Pembinaan

Wonogiri – Untuk mengantisipasi kemunculan aksi radikalisme dan terorisme, perlu langkah kebersamaan  jajaran Polri dan aparat keamanan, Kementerian Agama, bersama tokoh agama dan semua elemen masyarakat, untuk bersatu padu saling bahu membahu, dalam ikut memberikan pencerahan dan pemahaman yang benar, kepada semua lapisan masyarakat.

Aksi terorisme, radikalisme dan kekerasan lainya adalah musuh bersama. Dengan keterlibatan masyarakat secara bersama-sama Kabupaten Wonogiri tetap aman tentram dan damai.

Kemenag melakukan empat langkah untuk menangkal radikalisme antara lain lewat jalur pendidikan, menyebarkan penyuluh-penyuluh agama, lewat jalur keluarga dan kampanye Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin dan kerjasama dengan ormas keagamaan.

Komitmen terebut di sampaikan Pranata Humas kankemenag Wonogiri, H. Mursyidi mewakili kepala kantor dalam acara Rapat koordinasi SKPD/OPD di kabupaten Wonogiri dengan Satgat keris, senin (26/11) di Ruang Gunung Gandul Setda Kab. Wonogiri turut hadir perwakilan OPD termasuk TNI dan Polri.

“Terjadinya aksi teror yang dilakukan kelompok radikal di beberapa wilyah di Indonesia menjadi peringatan bagi segenap masyarakat dalam  mengantisipasi kejadian serupa di seluruh wilayah Indonesia, sehingga perlu serta peran serta semua lapiras baik aparat, pemerintah daerah termasuk dengan para ulama atau tokoh agama” Jelas mursyidi

Mengenai langkah antisipasi radikalisme di masyarakat, Kankemenag Wonogiri secara nyata melakukan pembinaan dengan tangan panjang Kemenag yaitu penyuluh agama dan guru agama baik di sekolah maupun madrasah selalu dan terus menerus memberian pemahaman yang benar dan baik mengenai ajaran agama Islam, dan mereka memberikan pencerahan kepada masyarakat.

Menurut Mursyidi aksi terorisme, radikalisme dan kekerasan lainya adalah tindakan buruk yang bertentangan dengan hukum dan kaidah serta norma agama, sehingga mengharuskan aparat meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, untuk menangkal terorisme akan lebih baik dengan adanya keterlibatan langsung dari masyarakat. (Mursyid__Heri/rf)