PTM Terbatas Penawar Rindu Siswa kepada Guru

Hari pertama PTM di MTsN 3 Purbalingga , guru dampingi siswa terapkan protokol kesehatan.

Purbalingga – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas hari pertama yang berjalan dengan lancar di MTsN 3 Purbalingga Senin (13/9/2021) menjadi tonggak bersejarah bagi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) Madrasah Tsanawiyah negeri termuda di kabupaten Purbalingga tersebut.

Kepala MTsN 3 Purbalingga Solahuddin dalam pengarahannya berpesan agar dalam pelaksanaan PTM Terbatas tersebut semua guru menyosialisasikan protokol kesehatan kepada seluruh peserta didik yang hadir.

“Selalu memakai masker dari rumah, sebelum masuk cek suhu, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, membatasi kerumunan, membatasi mobilitas, dan tidak lupa untuk selalu berdoa,” pesannya.

Menurutnya pelaksanaan PTM Terbatas dimulai pukul 07.00 sampai dengan 10.00 WIB.

Waka Kesiswaan Lina Imelda dalam keterangannya menjelaskan, persiapan pelaksanaan PTM tersebut telah dilakukan  selama satu minggu.

“Persiapan yang dilakukan antara lain penyemprotan semua ruang kelas , penyediaan sarana protocol kesehatan  baik untuk guru  maupun siswa. Termasuk administrasi yang diperlukan untuk pembelajaran tatap muka terbatas ini,” ujarnya. 

Lina menambahkan, dari  jumlah keseluruhan siswa sebanyak 311 anak (kelas VII sampai kelas IX) pada minggu pertama ini  hanya memberikan kesempatan kepada 104 siswa kelas VIII untuk mengikuti PTM Terbatas..

“Dari jumlah tersebut dikelompokkan  menjadi 6 ruang. Ruang 1 berisi 20 siswa, ruang 2 berisi 15 siswa, ruang 3 berisi 20 siswa, ruang 4 berisi 15 siswa, ruang 5 berisi 20 siswa, dan ruang 6 berisi 14 siswa,” jelasnya.

Menurutnya, pada hari pertama tersebut ada 11  siswa yang tidak hadir. Ketidakhadiran mereka tersebut dikarenakan 7 siswa sedang mengikuti kegiatan vaksinasi, 2 siswa sedang sakit, dan 2 siswa lainnya tidak hadir karena tidak diizinkan oleh orang tua untuk mengikuti PTM terbatas.

“Sebelumnya pihak madrasah telah meminta izin kepada orang tua siswa melalui penandatanganan surat pernyataan. Ada 102 surat pernyataan yang ditandatangani orang tua siswa dengan pernyataan mengizinkan mengikuti PTM Terbatas. Sedangkan 2 siswa lainnya belum diizinkan oleh orang tua mereka untuk mengikuti PTM Terbatas,” ungkapnya.

Selama pembelajaran, siswa tidak diberi waktu tersendiri untuk istirahat. Semua siswa tetap berada di ruang kelas dengan mematuhi protokol kesehatan, namun diperbolehkan menikmati bekal yang sudah dibawa dari rumah, tambahnya.

Gembira

Salah satu peserta PTM  Munifatun Marzuqoh (VIII A) saat dimintai komentarnya mengungkapkan kegembiraannya dapat kembali mengikuti pembelajaran di madrasah  melalui tatap muka secara langsung meskipun dalam kondisi yang masih terbatas.

“Alhamdulillah saya sangat senang bisa kembali belajar lagi di Madrasah,sudah rindu sekali dengan para guru,” ujarnya.* (dini el/sar/bd)