Restorasi Akhlak Para Remaja melalui Pondok Pesantren

Tegal – Dalam rangka Jihad Ilmu, Kantor Kementerian Agama Kota Tegal melalui Penyelenggara Syari’ah melakukan program unggulan dan strategis, salah satunya adalah memanfaatkan tanah wakaf yang diberikan oleh seorang pengusaha Besar asli Tegal, Hj. Rokhayah untuk mendirikan Pondok Pesantren sebagai langkah untuk perbaikan (restorasi) akhlak bagi kalangan remaja. Peletakan Batu Pertama di Lokasi Wakaf Komplek Madrasah Aliyah Negeri, Pesurungan Lor Tegal, Kamis (05/05).

“Saya berharap dalam tahun 2016, Kementerian Agama Kota Tegal sudah mampu menaungi harapan para remaja Kota Tegal dengan mendirikan Pondok Pesantren,” ujar Nuril Anwar Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tegal saat memberikan sambutan pada Pengajian Umum sekaligus Peletakan Batu Pertama.

Disampaikan, saat ini salah satu problem kenakalan remaja dan terlibatnya radikalisme terletak pada minimnya moral agama. Berapa jumlah remaja yang gagal sekolah, yang jadi pengangguran, terlibat dalam berbagai kenakalan yang sampai saat ini datanya belum clear dan masih belum jelas pastinya. “Ini menjadi problem yang sampai saat ini belum terselesaikan. Kita harus mempunyai database tentang persoalan moral ini,” katanya.

Beliau menambahkan, Kementerian Agama akan bekerjasama dengan pemerintah daerah, para pengusaha, tokoh agama, tokoh masyarakat dan semua lini untuk terus melakukan perbaikan moral dan etika dalam bersosial para remaja khususnya di Kota Tegal saat ini yaitu dengan mendirikan.

Sementara itu, Nuril Anwar meminta Ponpes tidak hanya digunakan sebagai sarana menimba ilmu saja, tapi juga berusaha untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat melalui pendirian koperasi dan usaha lain Menurutnya, semakin tinggi tingkat ekonomi masyarakat, akan semakin tinggi pula kesejahteraannya, dan itu diharapkan akan meningkatkan tingkat kebahagiaan hidup mereka.

Sebelumnya, Ketua penyelenggara Syari’ah Hadi Mulyono menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki moral, sikap, etika para remaja terus digalakan, oleh karena itu menurutnya, pengelolaan Ponpes harus profesional, amanat dan bertanggung jawab supaya dapat meningkatkan sumber daya manusia sekaligus penguatan iman dan taqwa kepada Allah SWT. (IM/gt)