Sudiono:

Apa maksud isi berita ini? Pesan apa yang akan disampaikan ke pembaca dengan isi berita ini???

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Purbalingga – Ruh itu ibarat penunggang kuda, badan seperti kudanya. Ketika kita mau ke pasar sepanjang kita bisa melihat, kudanya melihat, pasti sampai ke tujuan. Jika mata kuda buta maka meskipun penumpangnya melihat, terlalu sulit sampai ke alamat tujuan. Begitu sebaliknya jika kuda melihat tetapi penunggangnya buta, maka tidak sampai ke alamat yang dituju. Hal tersebut disampaikan Kasi Pendidikan Madrasah, Sudiono dalam materi pembinaannya pada kegiatan Silaturahmi Guru dan Karyawan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga Wilayah Kecamatan Kemangkon Tahun 2018 di MTs Ma’arif NU Kemangkon, Selasa (03/02).

Sudiono melanjutkan pesan yang diperolehnya dari acara Pembinaan Mental Kanwil Kemenag Jateng di Semarang 26 Juni lalu.

“Butanya yang nunggang lebih bahaya dari pada butanya kuda yang ditunggangi. Maksudnya jasad atau badan kita boleh sakit, punya penyakit. Namun bahayanya lebih besar ketika jiwa kita yang berpenyakit. Ketika tua bercampur sakit, permusuhan bercampur dengan hasud, kefaqiran bercampur dengan malas. Itu berbahaya,” pesannya.

“Manusia yang sehat, adalah yang mau nasehat manusia. Seperti mobil sehat hanya dengan starter, sparepart kendaraan berfungsi semua,” tambahnya.

Pengawas RA/BA-MI Kecamatan Kemangkon, Amirudin saat dihubungi menjelaskan kegiatan tersebut diikuti oleh keluarga besar Kementerian Agama di Kecamatan Kemangkon.

“Kegiatan ini diikuti oleh para pegawai KUA dan keluarga besar PPAI Kecamatan Kemangkon, termasuk Kepala dan guru Madrasah Tsanawiyah yang ada di kecamatan kami,” jelasnya.

Ia menambahkan, tempat pelaksanaan kegiatan bergilir atau berpindah-pindah tempat sesuai dengan hasil keputusan musyawarah panitia yang melibatkan unsur KUA, PPAI, kepala RA/BA/TA, MI, MTs serta para guru. (sar/ )