Tahun 2019, Kembali Terjunkan Penyuluh Agama Guna Pembinaan di Rutan

Wonogiri – Tahun 2019 ini, Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Wonogiri kembali menerjunkn para penyuluh agama Islam untuk ikut serta melakukan pembinaan mental spiritual bagi warga binaan Rutan kelas IIb Wonogiri, yaitu dengan kegiatan tausiyah, mujahadah/doa bersama serta program belajar Baca Tulis Al Qur’an (BTA).

Kasi Bimas Islam, H. Nur Sahid, di temui di ruang kerjanya, Senin (04/02) mengatakan bahwa tujuan utama program tersebut untuk meningkatkan mental warga binaan pemasyarakatan sebagai salah satu upaya menwujudkan manusia yang insyaf dan bertobat secara totalitas, dan tidak mengulangi kesalahan yang telah ia perbuat sehingga ia masuk dalam penjara.

“Sampai saat ini stigma nara pidana terdengar sangat ngeri dan menakutkan di masyarakat, bahkan di anggap sampah masyarakat yang tidak layak untuk hidup berdampingan dengan masyarakat umum lainnya. Namun sebenarnya mereka bisa menjadi manusia yang berdaya guna dan membawa manfaat bagi orang lain, keluarga, maupun terhadap dirinya sendiri asalkan mereka di bimbing dan di bina dengan baik,” jelas Nur sahid.

Selain itu untuk meningkatkan mental warga binaan pemasyarakatan sebagai salah satu upaya menwujudkan manusia yang insyaf dan bertobat secara totalitas, dan tidak mengulangi kesalahan yang telah ia perbuat sehingga ia masuk dalam penjara.

“Siraman rohani bagi warga binaan rutan sebagai salah satu upaya pembinaan mental spiritual semoga akan berguna saat ini, terlebih lagi setelah keluar dari tempat tersebut, terlebih lagi itu adalah bentuk dari pelaksanaan 5 nilai budaya kerja Kemenag,” tegas Nur Sahid

Selain itu Penyuluh agama Islam juga mempunyai fungsi yang sangat dominan dalam melaksanakan kegiatannya mempunyai fungsi informatif dan edukatif yaitu memposisikan sebagai da’i yang berkewajiban menda’wahkan Islam, menyampaikan penerangan agama dan mendidik masyarakat dengan sebaik-baiknya sesuai ajaran agama.

“Semoga peran institusi Kankemenag Wonogiri bisa di rasakan kontribusinya dalam membangun mental spiritual umat serta menjadi perekat ukhuwah,” pungkas Kasi Bimas Islam. (Mursyid-Heri/Sua)