Wujudkan Petugas Haji Yang Berkompeten, Berkomitmen, Loyal dan Berakhlaq Karimah

Wonogiri – Salah satu upaya untuk mewujudkan penyelenggaraan haji yang profesional di perlukan sistem rekrutmen petugas haji yang berkompeten, memiliki komitmen, loyal dan berakhlaq karimah dan analisis kebutuhan pelayanan dan akurasi jabatan maka pelu di laksanakan seleksi yang meliputi seleksi adsministrasi dan kesehatan serta tes kompetensi secara ketat.

Petugas haji yang di dalamnya TPHI dan TPIHI harus memiliki tanggung jawab sehingga seleksi di harapkan bisa menentukan tingkat profesionalitas baik dari aspek adsministrasi,  kompetensi juga kapabilitas.

Harapan tersebut di sampaikan Ka. Kankemenag Wonogiri, H. Subadi (28/04) dalam menindaklanjuti surat Ka. Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Nomor : 2496/Kw.11.5/Hj.02/04/2017, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri membuka pendaftaran calon petugas haji untuk musim haji tahun 2017/1438 Hijriyah. Demi mendapatkan petugas yang berkualitas dan menjaga obyektivitas dan tanggung jawab.

Sedangkan Kasi Haji dan Umroh Kankemenag Wonogiri, H. Ali Yatiman menyampaikan bahwa hari ini Jum’at, 28 April 2017 di laksanakan tes kompetensi Tahap Pertama (Tertulis dan Wawancara) di tingkat Kankemenag Wonogiri. Tes Kompetensi di Kankemenag Wonogiri di ikuti  13 orang dengan perincian formasi TPHI 10 orang dan formasi TPIHI 3 Orang.  Sedangkan materi tes seleksi di tingkat kabupaten meliputi tugas pokok dan fungsi petugas haji, manasik haji, fiqih haji dan hal-hal yang berkaitan dengan proses perjalanan haji.

“Kalau di evaluasi secara mendalam pada dasarnya para petugas haji Indonesia mayoritas baik. Hanya saja terkadang tidak maksimal dalam bekerja sehingga banyak komplain yang ditujukan pada petugas. Untuk itu, para petugas nantinya akan mendapatkan pelatihan lanjutan setelah dinyatakan lulus seleksi. Maka tahun ini, perlu pembenahan yang maksimal agar lebih bagus dan jamaah bisa terlayani dengan sebaik-baiknya”, papar Kasi Haji dan Umrah.

Dalam pelaksanaanya, ketua kloter (TPHI) juga di bantu oleh ketua regu (karu) dan ketua rombongan (karom) yang mempunyai tugas dan  tanggung jawab yaitu menjadi perpanjangan tangan dari ketua kloter haji dalam memberikan pelayanan kepada calon tamu-tamu Allah SWT mulai dari pemberangkatan sampai tanah suci dan pulang lagi ke tanah air. (mursyid _ Heri/Wul)