Direktur PD Pontren Lakukan Visitasi Izin Pendirian Ma’had Aly di Pesantren Gus Baha

Rembang – Pondok Pesantren Ilmu Al-qur’an asuhan KH Bahaudin Nursalim (Gus Baha) berencana akan mendirikan Ma’had Ali Nurussalam Mubarok. Atas rencana ini, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI mengadakan kunjungan ke pondok pesantren Ilmu Al-quran asuhan KH Bahaudin Nursalim pada Sabtu (1/3/2021).

Kunjungan ini dilakukan bersama rombongan dalam rangka survei kelayakan usulan pendirian Ma’had Aly Nurussalam Mubarok jurusan tafsir dan Ilmu Tafsir. Hadir dalam tim survei ini, Direktur PD Pontren Kemenag RI, H. Waryono dan jajaran pejabatnya, H. Aceng Abdul Aziz, H. Sarpani, serta asesor Ma’had Aly H. Ahmad Bahiej. Kepala Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Jateng, H. Nur Abadi dan Kakankemenag Kabupaten Rembang, M. Fatah serta Kasi PD Pontren Kemenag Rembang, Tri Mulyani juga turut hadir dalam survei ini.

Tim Kemenag ini ditemui langsung oleh Gus Baha. Gus Baha berterimakasih atas respon positif Kemenag terhadap rencana pendirian Ma’had Aly di ponpesnya yang terletak di Desa Narukan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang ini. Gus Baha mengatakan, sudah menjadi kewajibannya untuk mengajar santri. “Sudah menjadi kewajiban saya untuk mulang,” kata Gus Baha yang rencananya akan menjadi tenaga pendidik Ma'had Aly ini.

Sebelumnya, pihak ponpes telah mengajukan izin operasional kepada Ditjen PD Pontren Kemenag RI. Ma’had Aly ini berada di atas tanah seluas 30.000 m2. Fasilitas yang dimiliki antara lain gedung asrama putri, aula, musala,  perpustakaan, gedung kuliah, MCK, ruang belajar, fasilitas olahraga, dapur, ruang multimedia, dan lainnya.

Kakankemenag Kabupaten Rembang, M. Fatah mengatakan, dengan akan beroperasinya Ma’had Ali Nurussalam Mubarok ini, maka Ma’had Aly di Kabupaten Rembang bertambah menjadi 3, yaitu di Ponpes Al-Anwar Sarang, Ponpes MUS Sarang dan Ponpes Ilmu Al-qur’an, Kragan. “Dengan bertambahnya Ma'had Aly ini akan bisa menwarnai pendidikan tinggi formal di nusantara. Semoga bisa turut mencetak generasi ulama di Indonesia,” ujar Fatah. — iq/qq