Pembinaan Upaya Merubah Mindset ASN

Grobogan – Aparatur Sipil Negara memiliki peran penting dalam mewujudkan reformasi birokrasi berbasis kinerja. Hal ini dikarenakan ASN merupakan pelaksana reformasi birokrasi di Indonesia. Dan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat dilihat dari segi aspek kuantitas dan kualitas dalam menciptakan ASN yang handal dan berkomitmen beriintegritas, profesional, berinovasi, tanggungjawab dan keteladanan Kantor Kementerian Agama Kab. Grobogan menyelenggarakan pembinaan ASN di Hotel Kryiad Grand Master, Senin, (15/03/2021).

Menurut laporan Kepala Kemenag Grobogan, Imron Rosyidi mengatakan beliau sangat berterima kasih kepada Kakanwil yang menyempatkan diri rawuh ke Grobogan di sela-sela jadwal Kakanwil yang padat dalam acara pembinaan ASN di lingkungan Kantor Kemenag Kab. Grobogan.

“Dalam meningkatkan mutu dan keterampilan serta memupuk kegairahan bekerja, maka pembinaan pegawai negeri sipil dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan secara profesional yang diikuti 120 ASN se Kabupaten Grobogan yang terdiri dari ASN di lingkungan Kantor Kemenag Grobogan, para Kepala KUA Kecamatan, Kepala Madrasah dan Guru Madrasah,” kata Imron.

Kakankemenag melaporkan kondisi terkini Kemenag Grobogan seperti, masih adanya Tanah KUA yang masih berstatus tanah wakaf maupun tanah pemda. Dari 19 KUA di lingkungan Kantor Kementeriaan Agama Grobogan, yang bersertifikat hak Milik Kementerian Agama 4 bidang tanah KUA, sedangkan yang lainnya masih berstatus tanah wakaf 6, tanah pemda 8, sedangkan yang 1 dalam proses pensertifikatan  di BPN Pemecahan tanah Pemda dan satu  program SBSN yang di selenggarakan di KUA Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan. Dan juga dalam pemberdayaan zakat ASN setiap tahunnya mendapat 1 Milyar lebih dari pemotongan gaji maupun tunjangan ASN.

Sementara Kakanwil Kemenag Prov. Jateng, Mustain Ahmad, dalam arahannya menyampaikan bahwa aparatur sipil negara (ASN) berkewajiban melayani masyarakat dengan baik, yakni secara proporsional dan profesional. Dan ASN sebagai pelayanan  atau abdi masyarakat untuk lebih baik dalam pelayanan masyarakat. Sehingga perlu merubah menset kita maka dirubah abdi masyarakat atau abdi negara.

“Dan agar pelayanan masyarakat lebih baik maka diharapkan untuk berinovasi, berintegritas. Agar bangsa ini memandang Kementerian Agama seperti yang disampaikan oleh Gus Yaqut Cholil Qoumas Menteri Agama. Beliau sudah menyampaikan kepada bapak Presiden, bahwa Kemenag seperti pasar. Tapi ini bukan pertama kali Kemenag dikritik, karena kondisi Kemenag belum baik dalam segi integritas ASN,” ungkap Mustain Ahmad.

Disitulah ASN diharapkan untuk bercerita lebih baik, tetapi bila menceritakan yang palsu maka sama saja berbohong. Maka kita dituntut untuk menceritakan yang lebih baik seperti keberhasilan haji, kemajuan madrasah yang ada dilingkungan Kemenag. Kita tinggal di bumi pasti ada gratifikasi bumi yg selalu ada gaya tarik menarik, seperti hal nya pimpinan harus memberi visi yang baik seperti falsafah Ki Ageng Selo ada 3 sejata teken, tombak dan payung dan seorang pimpinan juga harus bisa mengayomi bawahannya.

“Gus menteri  juga berharap agar merevitalisasi gedung KUA, karena KUA merupakan ujung tombak Kemenag. Dari penyuluhan, pelayanan pernikahan maupun manasik haji yang ada di KUA. Dan kepada Kemenag fungsi kehumasan di perbaiki lebih baik dan pelayanan masyarakat agar diperbaiki lebih baik terkait manajemen kantor juga lebih baik,” tuturnya.

Di era milenial saat ini, lanjut Mustain, banyak instansi pemerintah sudah memanfaatkan teknologi informasi untuk membantu mempermudah pekerjaan dan pelayanan. Banyak aplikasi elektronik yang diciptakan. Kondisi ini hendaknya dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Pelayanan itu nomor satu, apapun itu. Di pesantren juga demikian. Jangan sekali-kali membodohi masyarakat. Sekarang eranya digitalisasi, transformasi informasi. Kita bekerja untuk keselamatan di dunia maupun di akhirat. Prinsipnya, ikutilah perintah Allah, ikutilah cara Rasulullah, serta ikuti aturan dengan sebaik mungkin. Insya Allah kita akan mendapatkan kebaikan dan keberkahan hidup,” pesannya.

Musta'in Ahmad juga menambahkan terkait zakat ASN kemenag Grobogan mencapai 1 Milyar lebih, sehingga perlu untuk mengkaji angka perolehan zakat ASN apa yang bisa untuk kemajuan kedepan seperti pentasyarupan kursi roda bagi penyandang cacat sekarang ini maupun pentasyarupan sembako.(bd/Sua)