Pokjaluh Boyolali Selenggarakan Pelatihan Penulisan Naskah Khutbah

Boyolali – Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerianan Agama Kabupaten Boyolali menggelar kegiatan Pelatihan Penulisan Naskah Khutbah Bagi Penyuluh Agama Islam Se Kabupaten Boyolali. Acara yang dilaksanakan pada selasa (09/03) di Aula Kantor Urusan Agama Kecamatan Teras tersebut diikuti oleh 30 orang Penyuluh Agama Islam PNS dan non PNS se kabupaten boyolali, dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali dan Kepala Seksi Bimas Islam Kankemenag Kab Boyolali. Bertindak selaku narasumber adalah jindar wahyudi, penulis sekaligus Kasi Pendidikan Agama Dan Keagamaan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali.kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang penulisan naskah khutbah yang baik dan dapat diterima oleh masyarakat luas .

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali, Fahrudin dalam sambutannya menyampaikan bahwa salah satu tugas penyuluh agama islam adalah untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat khususnya umat islam tentang agama islam yang rahmatan lil alamin. Penjelasan tersebut dapat berupa pidato, ceramah keagamaan, ataupun khutbah pada waktu shalat jumat.

“Sudah menajdi tugas penyuluh untuk menyampaikan ajaran agama islam yang rahmatan lil alamin dalam setiap kegiatan, bisa dalam ceramah, pidato keagamaan ataupuh khutbah jumat,” kata Fahrudin

Salah satu kunci keberhasilan dakwah adalah menyampaikan dengan santun dan mengedepankan moderasi beragama, lanjut fahrudin. moderasi beragama menjadi kewajiban bagi warga kementerian agama dalam berdakwah sesuai dengan apa yang telah dicanangkan oleh kementerian agama.

“Moderasi beragama menjadi kewajiban bagi warga kementerian agama, berdakwah di tengah tengah, tidak secara kolot, dan tidak ekstrim.” Lanjutnya

Fahrudin berharap agar pelatihan penulisan naskah khutbah yang diselenggarakan oleh kelompok kerja penyuluh agama islam kankemenag kab boyolali mampu mengedukasi penyuluh agama islam menjadi penulis khutbah jumat yang baik dan mampu menyampaikan gagasan moderasi beragama pada setiap khutbah yang ditulis.

“Saya harap setelah mengikuti kegiatan ini, penyuluh agama islam mampu menyampaikan dakwah secara rahmatan lil alamin dalam setiap khutbah yang ditulis, menyampaikan tulisan yang dilandasi dengan moderasi beragama, sehingga orang yang mendengar hatinya merasa sejuk, dan damai dalam menjalankan ibadah,” pungkasnya. (Jaim/rf)