Workshop Belajar Menyenangkan dengan Computational Thinking, MIN 2 Sukoharjo Gandeng Bebras UMS

SUKOHARJO – MIN 2 Sukoharjo memanfaatkan pandemi dimana pembelajaran masih dilaksanakan daring untuk meningkatkan kompetensi guru. Menindaklanjuti penunjukkan MIN 2 Sukoharjo sebagai pilot preject untuk Computational Thinking oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Jawa Tengah MIN 2 Sukoharjo bekerjasama dengan Tim Bebras Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kegiatan yang dilaksanakan berupa Workshop dengan Tema Belajar Menyenangkan dengan Computational Thinking.

Workshop yang diikuti sebanyak 30 guru tersebut digelar pada Sabtu (20/03/2021) di Kampus 1 MIN 2 Sukoharjo. Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo Ihsan Muhadi.

Kepala MIN 2 Sukoharjo, Wiretnoningsih Nurhayat mengungkapkan bahwa workshop ini akan dilaksanakan secara bertahap untuk seluruh guru MIN 2 Sukoharjo yang berjumlah 82 orang.

Workshop ini melatih guru cara mengajarkan siswa untuk menggali cara berpikir kritis dan kreatif dengan metode menyenangkan.  Untuk Workshop Angkatan Pertama ini melibatkan 30 guru dan dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Diharapkan dengan workshop ini pembelajaran dengan Computational Thinking dapat diaplikasakan dalam pembelajaran” ungkap Wiretno.

Ketua Tim Bebras Universitas Sebelas Maret Irma Yuliana, S.T., MM. mewakili Dekan FKIP UMS menyampaikan pesan bahwa saat ini teknologi ada di sekitar kita dan sangat membantu dalam kehidupan manusia. Namun jangan sampai terjadi sebaliknya yaitu teknologi menguasai kita.

Sementara itu, Kepala Kankemenag Kabupaten Sukoharjo, Ihsan Muhadi menyatakan bahwa siswa sekarang diarahkan untuk bisa berpikir secara kritis, komunikatif, kolaboratif dan kreatif disamping itu ia  juga menyinggung mengenai kinerja guru yang diharapkan tidak hanya sekedar bekerja melainkan berkinerja yang baik.

“Guru sekarang diharapkan bukan hanya bekerja, yaitu datang absen mengajar. Namun bisa berkinerja sehingga mendapatkan hasil yang meningkat baik.” jelas Ihsan Muhadi.

Masih menurut Kakankemenag, ia memaparkan bahwa membentuk karakter yang baik itu perlu ditingkatkan seperti akhlak yang baik, mental yang kuat, dan ibadah yang lebih baik, karena lebih baik beribadah dan bekerja dari pada hanya beribadah saja. (gun/djp)