Guru PAI TK Menjadi Ujung Tombak Pemelihara Moral Anak Di Usia Dini

Batang – Untuk penertiban data kependidikan, Forum Komunikasi Guru Agama Islam (FKG PAI) kabupaten Batang, kemarin pada Jumat (09/04) bertempat di aula TK Pembina Batang mengadakan pertemuan untuk mensosialisasikan aplikasi SIAGA dan EMIS. Hadir dalam acara itu Pengawas Pendidikan Agama Islam TK/SD, FKG PAI dan kabupaten Batang .

Setelah pembacaan Asmaul Husna bersama acara diawali dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ibu Surati, dimana dalam materinya dia menyampaikan bahwa puasa yang sebentar lagi akan kita jalankan menjadi momentum untuk instropeksi diri, apalagi di musim pandemi seperti ini.

“Pandemi covid saat ini bukan halangan untuk memaksimalkan ibadah puasa, tetapi pandemi menjadi bagian ihtiar kita untuk mendekatkan diri dan lebih mengoptimalkan peran kita sebagai guru, ibu rumah tangga maupun sebagai anggota masyarakat, sehingga kita nanti keluar dari ramadan menjadi orang-orang  yang bertakwa,“ kata Surati.

Ketua FKG PAI Kab Batang Asnal Minah dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini adalah wujud exsistensi FKG PAI,  FKG PAI Batang  adalah kepanjangan tangan dari FKG PAI Nasional.

“Forum ini menjadi wadah aspirasi dan informasi yang berhubungan dengan pendidik dan nasib anggota ke depanya, karena EMIS dan SIAGA menjadi rujukan data, maka harus di usahakan untuk diaktifkan, mari kita bersama-sama belajar agar data-data itu semua dapat singkron dengan data di dapodik,“ tegas Asnal Minah.

Sementara itu Pengawas PAI TK/ SD Kabupaten Batang, Siswo dalam sambutanya mengatakan bahwa Guru PAI adalah penjaga moral, maka performa guru di depan kelas harus benar-benar diperhatikan, sebab anak TK rasa ingin tahunya tinggi, rasa ingin mengikuti dan mencontoh nya juga tinggi.

“Guru Agama Islam TK harus memainkan peran yg sangat maksimal karena menjadi ujung tombak pemelihara moral di usia dini, Guru PAI TK pasti akan menjadi model yang ditiru dan dicontoh oleh siswanya di kelas, contoh itu yang akan dibawa pulang dan di pertontonkan pada lingkungan siswa berasal,“ kata Siswo.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa guru yang baik adalah guru yang mengispirasi peserta didiknya, sehingga ketika guru sudah mampu menjadi idola akan diingat oleh anak-anaknya sampai dewasa.

“Ada siswa disalah satu sekolah yang sudah divonis tidak lulus ujian tetapi di motivasi secara personal ternyata mampu lulus dan kelulusanya juga masuk nominasi di sekolahanya, begitu besar kekuatan motivasi itu maka di dalam proses pembelajaran harus memasukan motivasi untuk siswanya,“ lanjutnya.

Selanjutnya dalam mensikapi data di SIAGA dan EMIS, Siswo menegaskan bahwa Guru PAI TK harus pro aktif untuk mengupdate datanya, sebab data di SIAGA dan EMIS menjadi rujukan data yang nantinya akan terintegrasi dengan data di DAPODIK.

Selain itu, Siswo juga menyinggung tentang Moderasi beragama, menurutnya Moderasi Beragama harus dimulai sedini mungkin,  sebisa mungkin termasuk anak-anak TK harus sudah diperkenalkan dengan keberagaman agar kerukunan antar umat beragama dapat di wujudkan dalam sekala kecil.

“Mengajarkan agama Islam di TK harus mengedepankan nilai-nilai toleransi beragama,  Islam harus ditampilkan dalam bentuk yang moderasi, tidak extrim kanan dan extrim kiri yang dalam bahasa lebih akrab dengan telinga kita adalah Islam yang rohmatal lilalamin,“ jelasnya.

Siswo berharap agar kegiatan sosialisasi ini di lakukan dengan kerja cooperative, dimana guru yang merasa kesulitan langsung di bimbing teman guru lainya, mentor sebaya untuk dimaksimalkan data di SIAGA dan EMIS dapat singkron. (Siswo/Zy/qq)