Hilal Tak Nampak di Kendal, Awal Ramadhan 1442 H Tetap 13 April 2021

Kendal – Pelaksanaan rukyatul hilal guna menentukan awal puasa Ramadhan 1442 Hijriyah oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal digelar secara terbuka di pelabuhan Tanjung Kendal, dengan  menggandeng Pangadilan Agama, Pemda, MUI, Badan Hisab dan Rukyat Daerah (BHR) Kabupaten Kendal, tim rukyatul hilal dari UIN Walisongo serta ormas Islam dan tokoh masyarakat, Senin (12/4).

Sidang isbat yang digelar Menteri Agama merupakan rumusan hasil pemantauan yang dilakukan dari berbagai lokasi di seluruh Indonesia. Seperti halnya Kemenag Kendal yang juga harus ambil bagian dalam pelaksanaan rukyatul hilal. Lebih lanjut Kakankemenag Kendal, H. Mahrus menjelaskan bahwa pengamatan hilal penentuan awal bulan dalam kalender islam memiliki ketetapan hukum fardhu kifayah untuk umat.

“Ini merupakan bagian bentuk tugas Kemenag di tengah masyarakat yakni untuk membantu proses penetapan awal bulan Ramadhan, salah satunya dengan pelaksanaan rukyatul hilal bersama,” ujar Mahrus.

Tahapan persiapan dimulai pukul 16.00 WIB, tim rukyatul hilal mulai mempersiapkan alat yang akan digunakan untuk memantau hilal, yakni bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat setelah terjadinya konjungsi pada arah dekat matahari terbenam yang menjadi acuan permulaan bulan dalam kalender Islam. Kemudian mulai pukul 17.30 WIB dilakakukan peneropongan memakai peralatan teodolit secara bergantian. Hasil pemantauan ini nantinya harus segera dilaporkan kepada Kementerian Agama RI untuk menentukan hasil sidang isbat Pemerintah dalam menetapkan awal Bulan Ramadhan.

Dijelaskan Ahmad Sifaul Anam, dosen ilmu falak UIN Walisongo bahwa timnya sudah melakukan perhitungan hisab awal bulan Ramadan sesuai titik lokasi rukyah. Selanjutnya dilakukan rukyatul hilal di beberapa titik lokasi dengan menggunakan berbagai alat rukyah.

“Dimungkinkan cahaya bulan akan memantulkan cahaya matahari itu yang akan dilihat. Hasilnya akan disampaikan kepada kementerian agama dengan sebelumnya petugas akan dambil sumpahnya oleh Pengadilan Agama setempat,” jelasnya.

Menyorot dari kondisi cuaca kabupaten Kendal hingga matahari terbenam tampaknya tertutup awan mendung dari sisi barat, hal ini mengakibatkan tim rukyatul hilal kesulitan melihat bulan. Namun melalui hasil sidang isbat Kemenag telah menentukan bahwa 1 Ramadan jatuh pada Selasa 13 April 2021. (bel/rf)