Ka Kankemenag Kab. Boyolali menyematkan pin No Korupsi pada peringatan Hakordia

Peringati Hakordia, Ka Kankemenag Sematkan Pin No Korupsi

Boyolali – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali menyematkan pin Gerakan No Korupsi Dan Tolak Gratifikasi kepada perwakilan kepala MIN, Kepala KUA, Penghulu, Pengawas dan penyuluh. Penyematan pin tersebut dilaskanakan pada apel Pagi Jum’at (10/12) di Halaman Kantor Kementeiran Agama Kabupaten Boyolali disaksikan oleh Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri, Kepala KUA, Penghulu, Pengawas dan Penyuluh se kabupaten boyolali, serta ASN pada Kankemenag Kab. Boyolali.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali, Hanif Hanani menyampaikan bahwa penyematan pin gerakan no korupsi dan tolak gratifikasi dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Se Dunia (Hakordia) yang jatuh pada kamis (09/12) kemarin.

“Hari ini saya sematkan pin gerakan no korupsi dan tolak gratifikasi sebagai simbol dan semangat kita untuk melaksanakan tugas dengan sebaik baiknya, ini juga dalam rangka memperingati hari anti korupsi se dunia,” kata Hanif

Penyematan pin gerakan no korupsi dan tolak gratifikasi juga merupakan gerakan serentak bagi satker dibawah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali untuk mewujudkan pembangunan zona integrtitas pada lingkungan kerjanya.

“Setelah beberapa waktu yang lalu kita bersama menandatangani komitmen bersama untuk mensukseskan zona integritas, sekarang saya sematkan pin gerakan no korupsi dan tolak gratifikasi di dada panjenengan sumua, ini simbol bahwa kita harus mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bebas dari korupsi dan gratifikasi, sekaligus dalam rangka membangun zona integritas pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali,” lanjutnya.

Hanif menambahkan bahwa program reformasi birokrasi pada kementerian dan lembaga di seluruh indonesia mempunyai tujuan agar pemerintah mampu menghadirkan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Dimulai dari zona integritas, wilayah bebas dari korupsi, dah wilayah birokasi bersih melayani hingga pada akhirnya nanti mampu menghadirkan birokrasi berkelas dunia pada kementerian lembaga di seluruh indonesia tidak terkecuali kementerian agama.

“ Zona integritas yang sedang kita bangun ini ujungnya dari segi pelayanan adalah pelayanan paripurna kepada masyarakat, sementara itu kalau dari segi pemerintahan nantinya seluruh kementerian/ lembaga di indonesia mampu mewujudkan birokrasi berkelas dunia,” lanjutnya.

Hanif berharap seluruh satuan kerja dibawah Kantor Kementeian Agama Kabupaten Boyolali dapat mewujudkan zona integritas pada satuan kerja masing masing.

“Ini merupakan komitmen kita bersama, sesuai dengan apa yang telah bapak ibu tanda tangani semua, mari kita bergerak bersama  membangun zona integritas pada satuan kerja masing masing,” pungkasnya. (Zoelva/Jaim/rf)