Tingkatkan Kompetensi Guru, Yayasan Tholabuddin Masin Warungasem Gelar Workshop

* Peserta workshop sedang menyanyikan bersama lagu Indonesia Raya saat pembukaan acara

Batang – Untuk meningkatkan kompetensi guru di Yayasan Pendidikan Islam Tholabuddin Masin Warungasem Batang, pada Senin (27/12) yang lalu mengadakan workshop tentang penyusunan soal Higher Order Thinking Skill (HOTS). Kegiatan diikuti oleh semua guru dibawah Yayasan itu baik RA,MI,MTs dan MA, dengan menghadirkan pembicara dari Kemenag Kab. Batang. Hadir dalam acara itu Kasi Pendidikan Madrasah H. Munif, Ketua Yayasan Tholabuddin M. Khotibin, Para Kepala RA,MI,MTs dan MA Tholabuddin dan Pemateri Musa Kalimi dari MIN Batang serta Endon Nurcahyati dari MAN Batang.

Ketua Yayasan Tholabuddin M. Khotibin dalam sambutannya menyapaikan bahwa fihaknya mengapresiasi kegiatan ini, karena menurutnya kompetensi guru harus terus diasah agar dalam melaksanakan KBM dapat lebih bervariasi sesuai dengan strategi belajar yang sedang digalakkan oleh dunia pendidikan.

“ Saya mengapresiasi kegiatan workshop ini, semoga para guru dapat mengikuti semua materi yang disajikan, sehingga kompetensi para guru akan bertambah,” tutur M. Khotibin .

Sementara itu Kasi Pendidikan Madrasah H. Munif dalam sambutannya memberikan motivasi pada semua guru yang hadir dalam acara itu. Menurutnya salah satu indikator untuk melihat akhir dari sebuah pendidikan adalah evaluasi. Metode evaluasi ada berbagai macam, salah satunya adalah memberikan umpan balik pada siswa dalam bentuk soal.

“ Salah satu metode evaluasi pebelajaran adalah dengan memberikan umpan balik pada siswa berupa soal, soal yang baik pada saat ini harus memiliki model HOTS,” kata H. Munif.

* Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kab. Batang H. Munif sedang memberikan sambutan pada acara workshp yang digelar oleh Yayasan Tholabuddin Masin Warungasem

Dia juga menyikapi perkembangan dunia pendidikan saat ini. Menurutnya saat ini MTs  dan MA dapat mulai menerapkn konsep pembelajaran kolaboratif seperti halnya ditingkat MI pembelajaran tematik.

“ Kita melihat ditingkat MI kurikulum sekarang menggunakan sistem pembelajaran tematik yaitu model pembelajaran terpadu yang menggabungkan suatu konsep dalam beberapa materi pelajaran menjadi satu tema atau topik pembahasan tertentu sehingga terjadi integrasi antara pengetahuan, keterampilan dan nilai holistik, bermakna dan otentik, maka di MTs dan MA bisa juga mulai dengan model itu,” tegasnya.

Sedangkan Ketua pelaksana workshop Tahtimatur Rizkiyah berharap para guru dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk menambah kompetensinya. Menurutnya era sekarang ini guru dihadapkan pada siswa yang memiliki tingkat pengetahuan dan menyerap informasi yang begitu cepat karena pengaruh kemajuan informasi, maka guru dituntut untuk membawa siswa selalu berfikir kritis dan mampu menyelesaikan masalahnya.

“Kegiatan workshop ini merupakan salah satu bentuk sikap adaptif terhadap kecakapan  pembelajaran abad ke-21. Diantaranya  dalam proses penilaian dengan tidak menafikan proses pembelajaran, siswa harus dibiasakan berpikir kritis dan mampu menyelesaikan masalah,” tutur  Tahtimatur Riszkiyah

Dia juga menambahkan bahwa Workshop semacam ini nantinya akan dijadikan agenda rutin setiap tahun guna meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi pendidik di lingkungan yayasan Tholabuddin.

“ Kita berharap worksop semacam ini kedepan dapat diaagendakan secara rutin setiap tahun agar dapat meningkatan kwalitas dan kompetensi semua guru,” harapnya.

Diakhir kegiatan, setiap guru diberikan kesempatan untuk  praktik membuat kisi-kisi dan soal HOTS dengan bantuan arahan dari pemateri. Hal ini bertujuan untuk membiasakan guru agar tetap terus belajar dan pantang menyerah dalam penyusunan kisi-kisi dan soal HOTS. (Ismi Nur Jikha/ Zy_Humas)