Kembangkan Kompetensi Guru MTs NU.02 Gringsing Gelar Pelatihan Bersama

* Para Pengawas dan nara sumber tampak berada di tengah kegiatan pelatian bersama di MTs NU.01 Gringsing

Batang – Untuk memberikan pengalaman baru dalam pembelajaran kususnya Pengembangan Keprofesian  berkelanjutan (PKB) bagi para guru madrasah dan sekolah di Kecamatan Gringsing, MTs NU 02 Gringsing mengadakan Pelatiahan bersama. Model-model pembelajaran aktif dan inovatif serta model pembuatan soal hots merupakan bahasan paling ditekankan pada kegiatan yang digelar pada Selasa ( 25/01) yang lalu itu. Hadir sebagai peserta para guru di MTs NU 02 , MTs Nur Anom, MTs NU.02, MII Sawangan, MII Ketanggan,SDN 01 Sawangan, MA Miftahul Huda dan SMK SBN.

Kepala MTs.NU 02 Gringsing Arifudin sebagai ketua panitia dalam keterangannya menyampaikan selamat datang dan terimakasih pada para guru madrasah dan sekolah di kecamatan Gringsing yang telah meluangkan waktunya untuk mengikuti kegiatan itu.

“ Terimaksih pada para guru dari madrasah dan sekolah yang dapat mengikuti kegiatan ini, semoga ilmu yang kita serap hari ini akan menjadikan sebuah pengalaman baru yang dapat memajukan madrasah dan sekolah kita,” kata Arifudin.

Dia juga menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini selain sebagai media silaturahmi antar guru madrasah dan sekolah, juga sebagai salah satu media tholabul Ilmi yang kemudian dapat diterapkan hasilnya di madrasah atau sekolahnya.

“ Tujuan kegiatan ini selain silaturahmi antar guru madrasah dan sekolah, marilah kegiatan ini dijadikan arena tholabul Ilmi, agar kita memiliki kompetensi yang lebih untuk kita terapkan di madrasah dan sekolah kita masing-masing,” tuturnya.

* Para guru peserta pelatihan bersama tampak serius mendengarkan keterangan dari para nara sumber

Arifudin juga menegaskan kegiatan ini menghadirkan nara sumber dari Pengawas madrasah Kemenag Kab. Batang Hj. Minarsih dan juga Guru MAN Batang Endon Nurcahyati serta dihadiri oleh Ketua Kelompok Kerja Pengawas PAI H. Nafi’an.

Dalam sambutan pembukaannya, H. Nafian menyampaikan apresiasinya dengan kegiatan pelatihan ini. Menurutnya kegiatan ini sangat baik untuk pengembangan kompetensi guru kususnya yang menyangkut model-model pembelajaran aktif dan inovatif serta model pembuatan soal hots.

“ Pengaruh ilmu pengetahuan dan kecepatan informasi sekarang ini berdampak pada pola dan perilaku anak-anak kita, mereka dengan cepat menerima informasi secara global sehingga tingkat pengetahuannya pun cukup tinggi, maka sebagai guru kita harus dapat mengimbanginya salah satunya dengan model-model pembelajaran aktif dan inovatif agar tidak menjemukan peserta didik,” kata H. Nafian.

 Dia juga berharap untuk guru senantiasa aktif dan berinovasi dengan terus menerus, berkarya dan terus berubah secara baik dan dinamis supaya madrasah terus maju dan bermartabat.

“ Dengan kegiatan ini kami berharap semoga para guru dapat lebih aktif dan selalu berinovasi juga selalu berkarya sehingga terus berubah secara dinamis agar madrasah dan sekolah kita semakin maju dan bermartabat,” harapnya.

Sebagai narasumber yang pertama Hj. Minarsih memaparkan bahwa Guru harus berusaha memiliki kompetensi K4 yaitu kreatif, kritis, Kerjasama (kolaborasi) dan Komunikatif. Menurutnya guru yang dapat menerapkan kompetensi itu maka proses KBM dengan materi actual akan menarik bagi anak, dan bahkan akan dapat memecahkan persoalan yang mungkin dihadapinya.

“ Guru harus memiliki kompetensi K4 yaitu  kreatif, kritis, Kerjasama (kolaborasi) dan Komunikatif, bila itu ada maka KBM akan dapat menyerap semua materi dan diterima oleh peserta didik dengan menyenangkan tidak membosankan,” kata Hj. Minarsih.

Selain itu dia menegaskan guru akan dapat memecahkan persoalan yang hadapinya serta dapat berkolaborasi dengan guru siapapun karena menguasai komunikasi secara baik.

“ Dalam tugasnya tentu para guru akan menemukan permasalahan, namun itu tidak menjadi kendala yang berarti karena guru mampu berkolaborasi dan berkomunikasi dengan baik sehingga persoalan yang dihadapi dapat dipecahkan,” tegasnya.

Sementara itu nara sumber kedua Endon Nurcahyati memaparkan tentang model-model pembelajaran. Menurutnya banyak sekali model-model pembelajaran yang dapat diaplikasikan oleh para guru.

“ Perkembangan strategi belajar mengajar sampai saat ini cukup banyak seperti discovery learning, problem based learning, inquiry learning, projects based learning, flipped classroom semua itu dapat diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada,” kata Endon Nurcahyati

Dia juga pemaparan tentang pendekatan pembelajaran seperti student cetered learning dan teacher centered learning serta menyampaikan contoh-contoh metode pembelajaran. Diakhir sesi dia menjelaskan tentang indikator soal hots yang sekarang menjadi model soal yang harus dikembangkan di madrasah maupun sekolah. (Arifudin/Zy_humas/rg)