Kepala Sub. Bagian TU Tutup Kegiatan DDWK

* Kepala Sub. Bagian TU H. Abdul Wahab sedang menutup kegiatan DDWK

Batang  – Kegiatan Pelatihan Kerukunan Umat Beragama yang diselenggarakan oleh Balai diklat Keagamaan Semarang di aula lantai 2 Kemenag Kab. Batang dihari ke 6 ini masih tetap diikuti dengan semangat oleh para penyuluh Agama, perwakilan Ormas, organisasi Keagamaan maupun tokoh-tokoh lintas agama sampai dipenghujung kegiatan pada Sabtu (12/02) yang lalu ditutup secara resmi oleh Kepala Kantor yang diwakili oleh Kepala Sub. Bagian Tata Usaha H. Abdul Wahab.

Dalam amannya H. Abdul Wahab menyampaikan ucapan terimakasih pada Balai Diklat Keagamaan Semarang yang telah dengan sabar menyampaikan semua materi dalam acara itu. Menurutnya sinergi yang dibangun oleh Kemenag dengan Balai Diklat itu salah satunya adalah terselenggaranya kegiatan ini.

“ Kami menyampaikan ucapan terimakasih pada Balai Diklat Keagaman Semarang yang telah bersinargi dengan baik dengan Kemenag Kab. Batang, bukti dari sinergi itu BDK dapat memprogramkan DDWK di sini, ini merupakan penghargaan yang luarbiasa untuk Kemenag Kab. Batang,” kata H. Abdul Wahab.

Dia berharap apa yang disampaikan oleh pemateri selama 6 hari ini dapat diserap dengan baik oleh seluruh peserta sehingga tujuan akhir dari kegiatan ini yaitu menciptakan kerukunan umat beragama di Batang dapat terwujud secara nyata.

* Peserta DDWK tampak antusias sampai kegiatan secara resmi ditutup

“ Kita tahu bahwa ending dari kegiatan ini adalah bagaimana para penyuluh, tokoh masyarakat, tokoh – tokoh lintas agama yang mengikuti ini dapat menaburkan benih-benih kerukunan ditengah masyarakat kita, sehingga kerukunan antar umat beragama tidak hanya ditataran teori saja namun nyata di masyarakat,” tegasnya.

Dia juga menuturkan bahwa tidak ada satu agamapun di dunia ini yang yang menganjurkan untuk berbuat kerusakan dan keburukan, akan tetapi sebaliknya semua agama mengajarkan pada umatnya untuk berbuat baik pada Tuhannya maupun pada sesama manusia.

“ Tidak ada satupun agama yang mengajarkan keburukan dan kerusakan, namun semua selalu mengajarkan tentang kebaikan, hubungan yang harmonis agar umatnya tentram,” tutrnya.

Maka menurutnya tidak ada halangan apapun pada seluruh peserta DDWK ini untuk terus menggemakan keharmonisan ditengah heteroginitas agama yang ada.

“ Ibarat kita berjalan di suatu jalan, tentu tadak kita saja yang melintas disitu ada banyak kendaraan lalu-lalang dengan berbagai model, namun agar lalulintas berjalan baik maka kita harus menghaargai dengan pengguna jalan lain, demikian juga beragama tentu ada agama lain penganut lain maka kita harus dapat menghargai agar tercipta harmonisasi dalam kehidupan,” tambahnya.

Diakhir acara di bacakan doa dari lintas agama yang langsung dibacakan oleh para tokohnya Islam,Kristen,Katolik,Hindu,Buda dan Konghucu. (Zy_Humas/rf)