Penyuluh Berikan Bimroh Warga Panti Disabilitas Mental

Rembang – Tugas Penyuluh Agama Islam adalah memberikan bimbingan rohani kepada masyarakat. Untuk menjalankan tugas ini, tentunya tidaklah mudah. Apalagi tipe dan karakter masyarakat yang berbeda-beda, kerapkali membuat penyuluh Agama Islam ini mendapatkan banyak pengalaman, baik suka maupun duka.

Target penyuluhan yang dinilai cukup menantang adalah kepada para pera pennghuni panti sosial Disabilitas Mental Pangrukti Mulyo, Rembang.  Penyuluh Agama Islam di bawah naungan Kemenag Rembang memberikan penyuluhan kepada warga panti ini secara bergantian.

“Kita total ada enam penyuluh fungsional yang bertugas memberikan pendampingan rohani kepada waga panti Pangrukti ini secara bergantian. Selain itu juga melibatkan penguluh Agama Islam Honorer,” kata salah satu penyuluh Agama Islam, Siti Nafiah ketika diwawancara usai memberikan pembinaan warga panti Pangrukti pada Selasa (15/2/2022).

Nafiah mengungkapkan, kegiatan bimroh ini sudah diadakan bertahun-tahun. Namun karena sempat terhalang pandemi, kegiatan bimroh ditunda sementara. “Bulan-bulan terakhir ini ini sudah kita mulai lagi dengan menjadwal ulang semua Penyuluh Agama fungsional dan non PNS. Kita jadwalkan seminggu dua kali untuk memberikan bimroh kepada 125 penghuni panti ini,” katanya.

Dikatakan Nafiah, memberikan bimroh di panti disabilitas mental ini cukup menantang. Hal ini karena masalah mental yang dialami pasien. Namun para  penyuluh tak gentar. Mereka mencoba memberikan materi-materi bimbingan ibadah yang tentu saja sudah tak diingat lagi oleh warga panti.

“Bimroh ini bertujuan untuk terapi mental warga panti agar mereka sehat kembali. Kita mencoba mengingatkan mereka tentang cara ibadah. Dengan ikhtiar ini, kami berharap,sedikit demi sedikit  mereka bisa mengingat-ingat tentang tata cara beribadah dan ajaran-ajaran agama lainnya,” tutur Nafiah.

Ketua Pokjaluh Kemenag Rembang, Muthmainnah menambahkan, bimroh dilakukan kepada semua lapisan masyarakat, utamanya mereka yang awam agama. Bimroh ini dilakukan secara optimal sebagai komitmen Kementerian Agama dalam pembangunan Zona Integritas. “Dalam rangka pembangunan ZI, kita adakan pelayanan kepada segenap masyarakat, termasuk kepada warga panti Pangrukti yang notabene mengalami gangguan mental. Kita lakukan ikhtiar ini semoga bisa memulihkan kondisi kejiwaan mereka,” ujar Muthmainnah. — iq/rf