Aset KPRI Koperda Tahun Ini Telah Mencapai 10 Milyar

Kepala Kantor Kemenag Kab. Batang H.M. Aqsho sedang menyampaikan sambutan dalam pembukaan kegiatan RAT KPRI Koperda Kemenag Kab. Batang di Hotel Sahid Mandarin di Kota Pekalongan

Batang – Salah satu idikator sehatnya kondisi sebuah Koperasi adalah menyelenggarakan Rapat Akhir Tahun (RAT) yang tepat waktu, sebagai wahana pertemuan antara pengurus, pengawas dan seluruh anggota guna membicarakan perkembangan dan problematika yang dihadapi oleh koperasi itu. Atas dasar itu maka KPRI Koperda Kemenag Kab. Batang menggelar kegiatan itu kemaren pada Rabu (23/03) yang lalu di Hotel Sahid Mandarin Kota Pekalongan secara luring perwakilan anggota dan dipancarkan melalui kanal youtube agar dapat diikuti oleh seluruh anggota. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Kantor Kemenag, para Kasi dan penyelenggara zakat wakaf, Kepala Dinas Perindagkop & UKM kab Batang, Ketua KPRI, Ketua Dikopinda serta seluruh pengurus, Pengawas dan anggota.

Ketua KPRI Koperda H. Abdul Wahab yang juga Kepala Sub. Bagian TU Kemenag Kab. Batang dalam sambutanya menyampaikan terimakasih atas partisipasi dan kehadiran dari seluruh anggota, meskipun tahun ini belum dapat dilaksanakan RAT secara luring total karena pandemic covid-19 yang masih ada. Menurutnya Acara RAT ini memiliki tiga agenda yaitu laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas KPRI Koperda periode 2019-2021, merumuskan dan mengesahkan rencana program kerja RAPB tahun 2022 dan pemilihan pengurus periode 2022-2025.

“ Pengurus sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan amanah dari seluruh anggota dengan mengelola koperasi ini dengan membagi system administrasi keuangan dengan pertokoan walaupun masih banyak kekurangan disana-sini itu harus menjadi kewajaran karena kita bekerja dalam separuh waktu disamping tugas kedinasan sebagai ASN masing-masing namun tetep berusaha bagaimana agar maksimal mengurusi perkoperasian,” kata H. Abdul Wahab.

Dia menegaskan bahwa sampai kini dari 784 anggota yang tercatat, partisipasi aktifnya baru 269 anggota (34%), tahun kemaren kita bisa memberi seragam abu-abu , untuk kali ini Alhamdulillah atas kerja keras semua komponen yang pro aktif kita bisa menghadiahkan sebuah saufenir berupa baju batik seragam.

“ Alhamdulillah aset yang kita miliki sudah mencapai 10 milyar, sementara piutangnya baru  5,5 milyar , SHU tahun ini Rp. 211 561 juta sedangkan tahun sebelumnya hanya Rp. 209 372 730 jadi ada kenaikan sekitar 2 juta bahkan hutang BKE tahun ini sudah lunas,” tegasnya.

Sementara itu Ketua PKPRI PKPRI Batang H. Budiman dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada pengurus dan pengawas KPRI Koperda yang telah melaksanakan kewajibannya melaksanakan RAT tepat waktu.

“ RAT adalah forum yang sangat strategis bagi pengurus, pengawas untuk menyampaikan pertanggung jawabannya apa yang telah dilaksanakan selama 1 tahun tutup buku, dan bagi anggota dapat melihat dan mencermati apa yang dilaporkan oleh pengurus dan pengawas sehingga bisa memberikan masukan yang bermanfaat bagi kemajuan koperasi ini,” kata H. Budiman.

Dia juga menyampaikan terkait dengan analisa laporan keuangan tentang likuiditas koperasi ini 338,5% artinya bahwa kewajiban koperasi ini dapat didanai dari aktifa lancar sebanyak 3 kali lebih ini kondisi yang sangat bagus , solfabilitas 335% artinya seluruh kewajiban maupun hutang koperasi dapat didanai oleh asset sebanyak 3x lebih (3,3) ini juga kondisi yg bagus dan mantab sekali.

* Peserta Rapat Anggota Tahunan KPRI Koperda tampak antusias mengikuti berbagai sidang yang disusun oleh pengurus

“ Yang menarik dari masalah dan hambatan yang ada yaitu terbatasnya modal sendiri, padahal potensi koperda anggotanya besar sekali, bahkan kalau dibandingkan dengan koperasi primer di kab. Batang koperda anggotanya paling besar, seharusnya menjadi potensi yang bagus untuk menambah modal sendiri agar tidak membutuhkan modal dari luar,” tegasnya.

Kepala Dinas perindagkop dan UKM Kab. Batang yang diwakili oleh Hj. Irma Aini Herawati dalam sambutanya menyampaikan selamat atas terselenggaranya RAT ini, menurutnya RAT Koperda ini pada urutan ke 73 dari 238 koperasi se kab. Batang tahun ini.

“ Dilihat dari indicator penilaian kesehatan (Penkes), PKRI Koperda mendapatkan skor 78,75 dengan kategori cukup sehat,” kata Irma Aini Herawati .

Dia juga menyampaikan bahwa RAT merupakan kekuasaan tertinggi koperasi karena itu apa yang nanti diputuskan maka semua harus tunduk dan patuh, semua stiekholder baik itu pengurus pengawas dan anggota koperasi yang ada dikoperasi untuk ikut serta aktif dalam mengembangkan koperasi ini.

“ Marilah seluruh pengurus,pengawas dan anggota untuk berbenah diri agar koperasi lebih berkembang baik, perlunya kesadaran anggota untuk menggiatkan pinjaman karena masih ada dana yang mengendap, besar kecilnya koperasi suksesnya pengelolaan tergantung dari anggota pengurus dan pengawas,” ajaknya.

Sedangkan Kepala Kantor Kemenag Kab. Batang H.M. Aqsho dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagia dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengurus KPRI Koperda yang telah menyelenggarakan RAT secara teratur dan tepat waktu.

“ Dengan RAT  tepat waktu ini maka sesungguhnya para pengurus telah melaksanakan salah satu kewajiban yang telah diamanatkan dalam pasal 30 UU.25 tahun 1992 tentang perkoperasian, oleh karena itu seluruh anggota punya hak berbicara untuk mengeluarkan pendapatnya sehingga diharapkan pertanggungjawaban yang disampaikan oleh pengurus benar-benar dapat dipelajari dipahami oleh anggota,” kata H.M. Aqsho.

Lebih lanjut dia menegaskan kalau kita sepakat ingin memajukan koperasi, maka sesungguhnya itu tidak hanya menjadi tanggung jawab para pengurus dan pengawas saja, namun peran aktif dari semua anggota termasuk kepala unit, kasi, kamad di MAN,MTsN dan MIN dan juga kepala KUA.

“ Berkaitan dengan calon pengurus mendatang saya berpesan jangan pertaruhkan aset yang telah mencapai  10 milyar ini pada orang yang tidak berkompeten, pilih pengurus yang estafeta selain untuk pengkaderan dan menyiapkan pengurus yang kompeten professional amanah dan yang sempat,” tegasnya. (Zy_humas/rf)