FGD dan Pembinaan Penyuluh Agama Islam Kemenag Kebumen

Kebumen –  Penyuluh Agama Islam baik fungsional PNS maupun Non Pegawai Negeri Sipil merupakan profesi yang menjadi ujung tombak dalam syiar Agama Islam. Persolaan yang dihadapipun semakin kompleks dengan perkembangan zaman yang serba digital (modern). Untuk menjawab persoalan – persoalan tersebut, pada hari Kamis, (17/03/22) bertempat di Mexolie Hotel, Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) dan Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kankemenag Kabupaten Kebumen mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Pembinaan Penyuluh Agama Islam. Kegiatan diikuti sebanyak 228 penyuluh, FGD mengangkat tema “Membekali Diri Meraih Prestasi, Mewujudkan Umat Religi (M3)”.

Kegiatan dilaksankan dalam dalam bentuk pemaparan materi, dialog, dan sharing pendapat. melalui siding-sidang komisi dirumuskan rencana tindak lanjut penyuluhan sesuai bidang atau kelompok specialisasinya masing-masing untuk selanjutnya diplenokan. Hadir sebagai narasumber diantaranya Kepala Kankemenag yang dalam hal ini diwakili oleh Kasubbag TU H. Khamid, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren H. Makruf Widodo dan Kasat Binmas Polres Kebumen M. Tamsil.

Dalam kesempatan tersebut, Lukman Haris Ketua FKPAI Kabupaten Kebumen menyampaikan, output yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah tersusunnya program penyuluhan dan rencana tindak lanjut penyuluhan sesuai spesialisasi penyuluhan. “Melalui kegiatan ini akan kami petakan berbagai persoalan dan tantangan apa saja yang dihadapi penyuluh dalam menjalankankan tugasnya sehingga tergambar jelas dan memudahkan penyuluh ketika turun ke lapangan,” katanya.

Harapan yang sama juga disampaikan Ketua Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam Kemenag Kebumen Solikhin, dia berharap  seluruh penyuluh bisa melaksankan tugasnya dengan baik sesuai dengan spesialisasinya masing – masing. Dan secara kelembagaan akan muncul program – program spesialisasi yang masuk pada program FKPAI Kabupaten Kebumen.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen melalui Kasubbag TU H. Khamid merespon dengan baik dan mengapresiasi kegiatan FKPAI ini. Khamid  mendorong FKPAI agar lebih responsive terhadap berbagai permasalahan terkini dan bertindak sesuai kearifan lokal yang ada diwilayahnya dalam menjalankan tugasnya. Termasuk menjalin sinergi dengan berbagai instansi terkait dan tokoh – tokoh yang ada. “Untuk tujuan bersama, perkuat kolaborasi dan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat,” pesannya.

Dicontohkan oleh H. Khamid, salah satu permasalan yang sedang menjadi perhatian pemerintah daerah sampai pusat adalah masalah stunting. Penyuluh harus mampu memberikan bimbingan dan pemahaman kepada masyarakat pentingnya pencegahan stunting dengan bahasa agama yang baik sehingga bisa diterima masyarakat.

Dijelaskannya bahwa pencegahan stunting adalah perintah agama, bukan hanya perintah negara. Sebab, menyiapkan generasi yang Tangguh dan berkwalitas juga sangat dianjurkan dalam agama sebagai salah satu tujuan perkawinan. Pencegahan stunting juga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi juga semua warga bangsa. Karenanya, diperlukan upaya kolaboratif dari seluruh stakeholder.(fz/Sua).