Gandeng IAIN Pekalongan KKG PAI Banyuputih Gelar Fokus Group Discusion

Para guru PAI kecamatan Banyuputih tampak antusias mendengarkan paparan dari perwakilan IAIN Pekalongan

Batang – Guru adalah agen perubahan yang sangat vital, ditangan dinginnya masa depan bangsa dipertaruhkan, untuk itu pengembangan potensi guru terutama guru PAI di kecamatan Banyuputih harus ditingkatkan. Menyadari pentingnya hal itu maka KKG PAI Banyuputih mengandeng Pascasarjana IAIN Pekalongan mengelar kegiatan Fokus Group Discusion (FGD) dan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru Pascasarjana IAIN Pekalongan yang dilaksanakan pada Selasa (9/03) yang lalu di SD Luwung 02 kecamatan Banyuputih. Hadir dalam acara ini Kepala Program Study (KAPRODI) PAI IAIN Pekalongan, para Doktor pengampu, Pengawas PAI, dan seluruh guru PAI kecamatan Banyuputih.

KAPRODI PAI IAIN Pekalongan  H. Slamet Untung dalam diskusinya mengatakan bahwa meningkatkan pengetahuan itu perlu, boleh kita belajar dari Negara-negara maju pendidikan adalah prioritas yang dilaksanakan,

“ Untuk menjadi guru yang ideal saat ini tidak cukup dengan pendidikan S1, kita harus ada kemauan keras untuk meningkatkan potensi mengajar kita dengan belajar,” kata H.Slamet Untung

lebih lanjut dia mengatakan salah satu jalan untuk mengupdate pengetahuan adalah dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dan kami siap untuk menjembatani kemauan besar bapak dan ibu guru untuk meningkatkan potensi diri .

“ IAIN Pekalongan disamping memiliki fasilitas yang memadahi, mahasiswa akan diajar oleh para Doktor dan profesor yang berkompeten dibidangnya, sehingga mindset mahasiswa akan berubah, tentunya dengan pemahaman Islam yang rahmatan lilalamin yang menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi beragama, sehingga persatuan dan kesatuan dapat kita jaga bersama,” tambahnya.

Ka.Prodi PAI IAIN Pekalongan H. Slamet Untung tampak menyampaikan materi pada para guru PAI Kecamatan Banyuputih .

Sementara itu Siswo Pengawas PAI TK SD kecamatan Banyuputih dalam keteranganya mengatakan kedepan tantangan pendidikan terutama Pendidikan Agama Islam semakin nyata,  untuk itu harus di siapkan guru-guru PAI yang handal dan inspiratif.

“ Guru yang handal itu guru yang bukan saja mampu menyampaikan materi pembelajaran dikelas secara baik,  tetapi harus mampu menjawab tantangan zamannya, sementara guru yang inspiratif itu guru yang mampu menginspirasi peserta didiknya di manapun berada, tugas ini tidak begitu saja datang dalam diri guru tetapi harus dilatih, untuk itu guru PAI harus mau mengupdate kemampuannya salah satunya dengan melanjutkan pendidikan,” jelas Siswo.

lebih lanjut dia mengatakan tantangan kedepan pendidikan agama Islam adalah mengonter paham- paham yang merusak nilai-nilai moderasi beragama karena nilai-nilai tersebut membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. (Siswo/Zy_humas/rf)