Jelang UAM , Kemenag Kab.Kudus Sosialisasikan Penyusunan Naskah Soal Ujian

Kudus – Dalam rangka memberikan pemahaman tentang teknis dalam menyusun kisi-kisi dan naskah soal dalam pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah (UAM), Kemenag Kab. Kudus melalui Seksi Penmad mengadakan sosialisasi penyusunan naskah soal ujian yang diikuti sebanyak 40  guru dari jenjang MI, MTs dan MA bertempat di Hotel @ Home (17/3/2022).

Kasi Penmad , Salma Munawaroh dalam pengarahanya sekaligus membuka acara menyampaikan bahwa ujian madrasah merupakan hasil dari capaian pembelajaran selama periode pendidikan. Agar hasil ujian merupakan cermin pembelajaran, maka penyusunan soal merupakan hal yang perlu diperhatikan.

Lanjut Salma “mutu pendidikan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu Siswa, pengelola Madrasah, dan kualitas pendidikan. Pada intinya apabila inputnya baik, Insya Allah outputnya pun dapat dipastikan berkualitas. Tentu ini menjadi tugas kita bersama. Menjadi Guru itu pilihan, karena sejak masuk dan memilih profesi itu memiliki konsekwensi yang harus dilakukan diantaranya semangat membangun masdrasah, menciptakan strategi belajar mengajar yang produktif serta selalu memotivasi siswa untuk belajar lebih baik,” jelasnya.

Di akhir arahanya Salma menekankan kepada seluruh peserta agar benar-benar serius mengikuti acara ini sehingga harapanya nanti mampu menyusun soal ujian madrasah sesuai dengan kaidah dan ketentuan.

Hadir sebagai narasumber Widya iswara dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Prov.Jateng , Afif  Noor Hidayati menyampaikan dua materi yaitu tentang Teknis Penyususunan Kisi Kisi Soal Madrasah dan Penulisan Soal HOTS.

Pada materi Penulisan Soal HOTS diantaranya beliau menyampaikan bahwa penyusunan kisi-kisi soal HOTS  (Higher Order Thingking Skil) ini sesuai rujukan SK Dirjen No 781 tahun 2021 tentang juknis penyusunan soal HOTS.

Menurutnya HOTS  adalah model evaluasi pendidikan yang menguji kemampuan siswa melalui pemahaman dan penalaran bukan pada hafalan. Soal HOTS merupakan soal dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan tidak mesti soal-soal yang sulit tetapi harus mengacu pada karakter yang sesuai dengan SK Dirjen Tersebut . Masih banyak guru yang belum memahami konsep soal HOTS dan bagaimana cara menyusunnya, oleh karena itu sosialisasi ini penting untuk dipahami. (St.Zul/bd)