Jelang Ujian Madrasah Kemenag Gelar Bimtek Penyusunan Soal Ujian

Kepala Kantor Kemenag Kab. Batang H.M. Aqsho sedang memberikan pembinaanya pada para guru madrasah peserta sosialisasi teknik penyusunan soal ujian

Batang – Untuk meningkatkan kualitas penyusunan soal ujian Madrasah Tahun 2022, Kemenag Kab. Batang mengadakan Sosialisasi Teknik Penyusunan Soal Ujian Madrasah di Hotel Sahid Mandarin Pekalongan pada Rabu (9/3) yang lalu. Kegiatan itu diikuti oleh sebanyak 30 peserta yang terdiri dari 15 utusan MI, 8 utusan MTs, dan 7 utusan MA.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah H. Munif dalam keteranganya menyampaikan bahwa tujuan sosialisasi Teknik Penyusunan Soal Ujian Madrasah 2022 ini adalah sebagai ajang evaluasi terhadap kualitas penyusunan soal yang akan dipersiapkan untuk ujian Madrasah Tahun 2021/2022.

“ Sebanyak 30 peserta perwakilan dari MI,MTs dan MA se Kab. Batang ini diharapkan mampu mengaplikasikan bagaimana menyusun soal ujian untuk madrasahnya masing-masing,” kata H.Munif.

Sementara itu Kepala Kantor Kemenag Kab. Batang H.M. Aqsho menuturkan, bahwa dalam pelaksanaan ujian, Madrasah perlu merencanakan dan melaksanakan beberapa rangkaian perangkat ujian seperti halnya; Kisi-kisi ujian, soal ujian, koreksi hasil ujian sampai penentuan kelulusan siswa-siswinya.

“Guru-guru Madrasah harus menjadi benteng moral serta teladan bagi siswa-siswinya. Jangan sampai seorang Guru terjerat dengan masalah ketidakdisiplinan kinerja, korupsi, dan radikalisme. Apabila ada yang melanggar ketiga poin tersebut, maka akan ditindak tegas oleh pihak yang berwenang,”tegasnya.

Para guru madrasah peserta sosialisasi teknik penyusunan soal ujian tampak antusias mengikuti penjelasan dari para nara sumber

Sosialisasi Teknik Penyusunan Soal Ujian dibawakan oleh salah satu Guru berprestasi dari MAN Batang, Endon Nur Cahyati. Dalam materinya ia menjelaskan bahwa penyusunan Kisi-kisi maupun ujian harus sesuai dengan syarat kelayakan penulisan soal Ujian Madrasah tahun 2022 yang diharapkan adalah model soal Hots.

“Soal HOT adalah soal yang belum ada di google, dan soal yang menuntut penalaran tinggi,” jelas Endon Nur Cahyati.

Sosialisasi itu diharapkan dapat mendorong para guru untuk bersikap profesional dalam pembuatan soal ujian Madrasah 2022. Hal ini berkaitan, dengan model soal dan ketelitian guru dalam pembuatan soal ujian supaya dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam melakukan penalaran terhadap sesuatu. (Laura/Munif/Zy_humas/rf)