Kepala Kantor Kementeian Agama Kabupaten Boyolali didampingi Kasubbag Tata Usaha menerima tamu dari Balitbangdiklat seusai shalat jumat

Kakankemenag Terima Tamu Dari Balitbangdiklat

Boyolali – Kepala Kantor Kementeiran Agama Kabupaten Boyolali menerima kunjungan widyaiswara dari Badan Penelitian Dan Pengembangan Dan Pendidikan Dan Pelatihan Kementerian Agama Republik Indonesia. Tamu dari Balitbangdiklat tersebut diterima pada Jumat (11/03) seusai shalat jumat di Ruang Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali.

Kunjungan yang dilaksanakan oleh 2 orang widyaiswara tersebut terkait dengan evaluasi pasca pelatihan kepemimpinan administrator yang telah diikuti oleh kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali beberapa periode yang lalu. Hj. Mardiyanti, salah satu widyaiswara yang  ditugaskan menyampaikan bahwa pejabat yang telah melaksanakan pelatihan kepemipinan harus dilakukan evaluasi.

“Evaluasi yang kami laksanakan terkait dengan implementasi dari program yang bapak rencanakan pada diklat kepemimpinan yang lalu,” ujarnya

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali, Hanif Hanani yang didampingi oleh Kasubbag  Tata Usaha menyampaikan bahwa sebagai alumni pelatihan kepemimpinan dirinya mempunyai kewajiban untuk mendeseminasikan hasil dari pelatihan yang diperoleh kepada rekan kerja.

“Sebagai alumni pelatihan kepemimpinan, sudah menjadi kewajiban kami untuk melaksanakan program yang telah kami buat, di sragen program tersebut sudah kami laksanakan seusai kami menjalani pelatihan kepemimpinan,” kata Hanif

Selanjutnya hanif menjelaskan bahwa program yang telah dilaskanakan di sragen juga ikut diboyong ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali. Tentunya dengan beberapa penyesuaian mengingan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali mempunyai beberapa perbedaan dengan Kantor Kementeiran Agama Kabupaten Sragen.

“Program yang telah kami buat juga kami implementasikan di boyolali, secara garis besar tidak ada perbedaan dengan apa yang kami laksanakan di sragen, namun demikian perlu beberapa penyesuaian mengingat terdapat perbedaan kultur dan demografi  antara sragen dan boyolali,” ungkapnya.

Hanif berharap program yang telah dibuat pada pelatihan kepemimpinan dapat terlaksana dengan baik di boyolali.

“Sedikit demi sedikit program yang telah kami buat akan kami implementasikan di boyolali, mengingat kami baru beberapa bulan menjabat sebagai pejabat administrator di boyolali, kedepannya dengan program yang kami buat, kami berharap Kantor Kementeian Agama Kabupaten Boyolali mampu menjadi kantor yang memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.(Zoelva/Jaim/rf)