Latih Kepedulian Sesama MAM Limpung Gelar Kegiatan Donor Darah

* Siswa MAM Limpung sedang melakansanakan donor darah sebagai perwujudan kepedulian pada sesama

Batang – Dalam rangka Milad yang ke 37 dan memberikan pendidikan kesukarelaan serta kemanusiaan, MAM Limpung bersama PMI Cabang Batang menggelar kegiatan donor darah yang diikuti oleh seluruh siswa pada Senin (28/03) yang lalu. Selain donor darah para siswa juga melakukan cek golongan darahnya yang langsung ditangani oleh para petugas dari PMI.

Kepala MAM Limpung Ahyaudin dalam keterangannya mengatakan bahwa acara donor darah ini dilaksanakan dengan tujuan membantu orang yang sedang memerlukan darah dan untuk mewujudkan sikap peduli serta suka relawan. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dalam rangka Milad MA Muhammadiyah Limpung yang ke 37.

“ Saya mengapresisiasi kegiatan donor darah yang dilaksanakan para siswa bersama PMI Cabang Batang ini, selain sebagai peringatan milad ke-37 MAM Limpung, yang terpenting lagi adalah donor darah ini dapat bermanfaat untuk membantu sesame manusia yang membutuhkan,” kata Ahyaudin.

Dia juga menegaskan pendidikan ahlak salah satunya adalah kepedulian terhadap nilai kemanusiaan dan kesuka relawanan, maka donor darah dapat dijadikan salah satu wujud sikap itu.

“ Donor darah merupakan upaya menyumbangkan darahnya pada orang yang sangat memerlukan, ini adalah salah satu bentuk ahlak yang sangat terpuji karena didalamnya mengandung nilai kemanusiaan dan kesukarelaan,” tambahnya.

Sementara itu Waka Bidang Kesiswaan MAM Limpung Marsita Fatimah dalam keterangannya menyatakan bahwa kegiatan donor darah itu merupakan rangkaian kegiatan dalam MILAD MAM yang ke 37 sebagai wujud kepedulian sosial dan kemanusiaan.

” Kegiatan donor darah ini merupakan rangkaian kegiatan MILAD MAM yang ke 37 sebagai bukti solidaritas sosial MAM Limpung kepada sesame, siapapun boleh ikut donor darah,  kegiatan ini tidak hanya terbatas pada siswa saja namun dapat diikuti oleh warga sekitar juga”. Tutur Marsita

* Setelah melakukan donor darah siswa MAM Limpung berpose bersama pembinanya

Salah satu petugas dari PMI Cabang Batang Risna menuturkan sebelum pengambilan darah, pendonor diperiksa tekanan darah dan berat badannya. Menurutnya tekanan darah yang bisa menjadi pendonor adalah 110 cmHg dengan berat badan minimal 45 kg serta berumur minimal 17 tahun.

“ Pendonor menjalani tes hemoglobin (Hb), bila tenggelam atau di atas 12 maka dinyatakan lolos untuk donor darah, namun jika Hbnya melayang, terapung atau di bawah 12 maka tidak bisa menjadi pendonor, setelah itu dites kembali untuk mengetahui golongan darahnya dan selanjutnya pengambilan darah,” jelas Risna.

Dia juga menuturkan setelah darah terkumpul akan dilakukan pengecekan kembali terhadap darah-darah itu untuk memastikan darah itu sehat tidak mengandung penyakit seperti HIV,Sifilis, hepatitis B maupun hepatitis C .

“Setelah dilaksanakan kegiatan donor darah, akan dilaksanakan pengecekan pada darah yang terkumpul terhadap 4 macam penyakit terlebih dahulu baik HIV, Sifilis, Hepatitis B, dan Hepatitis C bila dinyatakan aman, maka darah yang telah diperoleh akan dapat dikirim ke rumah sakit untuk keperluan transfuse,” tuturnya.

Salah satu siswa yang baru pertama kali mengikuti donor darah itu menyatakan bahwa dirinya yakin tindakannya ini akan bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkan. Menurutnya ternyata ditusuk jarum itu tidak sakit.

“Motivasi aku ikut kegiatan ini agar bisa membantu orang lain yang membutuhkan darah, walaupun hal kecil setidaknya aku bisa. Aku baru pertama kali sih ikut donor darah dan ternyata gak sakit pas ditusuk jarum, tetapi perasaan aku senang banget karena sudah bisa membantu orang lain dengan cara ini,” ujar Nezart, salah satu pendonor darah, saat diwawancarai sesaat setelah melakukan donor darah. (Heni Tri Wardani/Zy_humas/rf)