MA.NU 01 Banyuputih Gelar Tes Semi Online

* Tampak para siswa MANU 01 Banyuputih sedang mengerjakan tes yang diawasi oleh guru

Batang – sesuai dengan kalender pendidikan yang telah ditetapkan diawal tahun, MANU 01 Banyuputih menyelenggarakan Penilaian Harian Bersama (PHB) untuk siswa-siswi kelas sepuluh (X) dan sebelas (XI)serta Penilaian Akhir Semester (PAT) untuk kelas dua belas (XII), Jumat-Sabtu (4-12/3/21). Tes tersebut diselenggarakan dengan sistem semi online selama delapan hari.

Wakil kepala bidang Kurikulum, Ahmad Hasan menuturkan sehubungan masih dalam keadaan pandemi, maka tes dielenggarakan secara semi online. Sistem pelaksanaan tes tersebut yaitu siswa mengerjakan dengan smartphone masing-masing di dalam ruangan dengan diawasi oleh pengawas ruang melalui jaringan in door.

“ Karena suasana masih pandemic, maka madrasah mengambil kebijakan agar pelaksanaan tes dengan semi online, yaitu siswa mengerjakan soal dengan smartphone diruang yang ditentukan dan diawasi oleh petugas,” kata Ahmad Hasan.

Dia juga menjelaskan siswa dibagi menjadi dua sesi secara acak dengan tujuan mengurangi kerumunan . Karena jumlah maksimum satu kali masuk ialah 50% dari seluruh siswa maka lalam satu ruangan hanya berisi maksimal tiga puluh siswa.

* Para siswa MANU 01 Banyuputih tampak mengerjakan soal dengan handphone

“Harapan saya karena ini pengerjaannya diawasi oleh pengawas, mereka mengerjakan dengan jujur dan penuh tanggung jawab sehingga nilai yang dihasilkan pun dapat maksimal,” tegasnya.

Salah satu siswi MA NU 01 Banyuputih kelas 11, Dya Nisa Nurul Kamila mengatakan bahwa tes semi online lebih efektif daripada tes online yang dilaksanakan di rumah. Karena lebih terpantau dan kemungkinan untuk menyontek sangat tipis. Soal yang muncul di setiap anak pun berbeda. Namun, terdapat kekurangan seperti penyajian gambar dalam soal yang membuat jaringan lemot.

“Alhamdulillah cukup senang karena mengerjakannya di sekolah, jadi kemungkinan mencontek itu kecil, dengan begini dapat memacu semangat belajar juga, dan enggak ribet bila dibandingkan mengerjakan dengan kertas,” ungkapnya.

Kamila juga berharap kedepan jaringan yang disediakan lebih lancar dari sebelumnya dan para siswa dapat masuk tanpa adanya shift. Meskipun demikian, semua dikembalikan lagi kepada pihak madrasah. Sebagai pelajar sudah sepatutnya berusaha melakukan yang terbaik dengan belajar semaksimal mungkin. (Nazwa Kaila Anindia/Dewi Zulfa Kamila/Zy_huma/rf)