Muh Mualim : Perbedaan adalah Rahmat

Sukoharjo – Ramadhan sudah didepan mata berbagai amal ibadah tentunya akan dilaksanakan dengan kekhasan nuansa Ramadhan di dalamnya. Berbahagialan bagi siapa saja yang merasa gembira dengan kedatangan tamu agung itu, karena Allah akan membebaskan baginya api neraka.

Demikian dikatakan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo Muh Mualim dalam amanatnya pada kegiatan Upacara Bendera dan Doa yang dilaksanakan pada tanggal 17 setiap bulannya, Kamis (17/03).

Meskipun pandemi Covid-19 belum berakhir, bahkan saat ini kabupaten sukoharjo sendiri justru berada pada level ke-3, Muh Mualim tetap berharap nantinya Ramadhan akan semarak dengan berbagai kegiatan ibadah seperti pelaksanaan tarling (tarawih keliling), Sholat berjamaah, Kajian usai sholat wajib, membaca Al Quran bersama dan berbagai kegiatan lainya yang tentunya selain menambah syiar Islam juga sebagai bukti kegembiraan kita pada hadirnya bulan Ramadhan.

“ Senang itu artinya subyo-subyo kegiatan-kegiatan Ramadhan diperbanyak, gembira atau tidaknya kita berjumpa dengan Ramadhan tidak hanya sebatas perkataan saja, akan tetapi melalui berbagai amal ibadah yang kita laksanakan dengan senang hati, masak iya mengaku senang tetapi justru meninggalkan, “ tandas Muh Mualim.

Terkait dengan penerapan prokes penanggulangan Covid-19 pada kegiatan ibadah, Muh Mualim menuturkan, pihaknya sudah memperoleh informasi dari MUI bahwa untuk pengaturan shaf sholat sudah diperbolehkan untuk merapatkan shaf atau barisan.”Secara ibadah menurut pendapat MUI untuk sholat sudah diperbolehkan untuk merapatkan barisan seperti sedia kala, ” tuturnya.

Muh Mualim juga menginformasikan kemungkinan akan adanya perbedaan dalam menetapkan awal Ramadhan di Indonesia, menurutnya perbedaan itu adalah wajar adanya dikarenakan dalam penentuannya menggunakan dua metode yakni metode hisab (menghitung) dan rukyat (melihat langsung) derajat ketinggian hilal sebagai penentu lahirnya bulan baru. “Perbedaan itu adalah Rahmat yang tidak perlu dipertentangkan, masing-masing mempunyai landasan yang kuat orang-orang Kemenag harus mengerti itu agar tidak bingung apalagi membuat bingung masyarakat ” jelas Muh Mualim.

Terkait kedisiplinan pegawai, Muh Mualim kembali mengingatkan agar ASN dilingkungan Kankemenag Kabupaten Sukoharjo khususnya untuk lebih meningkatkan profesionalitasnya dalam melaksanakan tupoksinya. Tidak hanya ditinjau dari kinerjanya saja melainkan dari performance atau penampilan juga harus mencerminkan ASN yang professional.

“Disiplin dalam berpakaian mengenakan atribut yang lengkap dan bersepatu, ajining diri ono ing kawedaring lathi, ajining sariro ono ing busono ” pungkas Kakankemenag. (djp/rf)