Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali memantau langsung pelaksanaan vaksinasi booster di kecamatan Teras

Targetkan 3.500 Penerima Booster, Kepala Kantor Pantau Langsung Pelaksanaan Vaksinasi

Boyolali – Setelah menggelar Gerakan Vaksinasi Booster Tahun 2022 untuk Lembaga Pendidikan Keagamaan, Pondok Pesantren dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) secara serentak pada 13 April kemaren, hari ini hingga 4 hari ke depan, Kementerian Agama berkerjasama denga Polri dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar “1 Juta Vaksinasi Booster”.

Sebagi tindak lanjut atas instruksi Menteri Agama tersebut, Kamis (21/04) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali H, Hanif Hanani, SH, MH, bersama Kasubbag TU, para Kasi dan Gara, para Kepala KUA dan Penyuluh Agama Islam Fungsional terjun langsung ke lokasi vaksinasi di seluruh wilayah kabupaten Boyolali yang terbagi menjadi 19 tim.

Saat dihubungi Humas, Kepala Kan. Kemenag Kab. Boyolali sedang memantau pelaksanaan Vaksin di dusun Kadireso, Kecamatan Teras Bersama Kepala KUA Teras Drs. H. Mahmuduzzaman. Kepada Humas, Hanif mengatakan bahwa untuk Boyolali, selain bekerjasama dengan PC NU, dan Polres, Kemenag melakukan Kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Boyolali. Gerakan  ini diharapkan bisa mencegah penyebaran covid 19 pada perayaan hari raya idul fitri nanti.

“Bersama PC NU, Polres dan Pemerintah kabupaten Boyolali, kemenag bergerak melaksanakan vaksinasi booster kepada para santri, siswa, dan msyarakat yang akan melaksanakan mudik lebaran tahun ini, dengan harapan pemberian vaksin booster ini mampu membentuk kekebalan tubuh menuju herd immunity untuk mengalahkan virus”. Ujar Hanif.

Pada Gerakan 1 juta vaksin booster ini, target sasaran penerima vaksin di Boyolali sejumlah 3.500 orang, akan berlangsung selama 4 hari  21 hingga 25 April 2022 besok,  Tujuan Gerakan 1 juta vaksin ini, lanjut Hanif, untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat saat merayakan idul fitri tahun ini. Karena menurut data Pemerintah pemudik tahun 2022 diperkirakan sejumlah 85,5 juta orang. Dan program vaksinasi ini merupakan bagian penting dalam rangka membentuk kekebalan tubuh  menuju herd immunity untuk mengalahkan virus.

Berdasarkan  data yang dikumpulkan Kasubbag Tata Usaha Muh. Rosyid hingga siang ini pukul 12.00 WIB, jumlah peserta vaksinasi serentak yang digelar hari telah mencapai 1.025.000. Jumlah ini kemungkinan akan bertambah karena proses pendataan masih terus berlangsung.

“berdasarkan hasil laporan dari para tim , hingga pukul 12.00 WIB, jumlah peserta vaksinasi serentak yang digelar hari ini telah mencapai 1.025.000, data ini akan terus berkembang karena proses pelaksanaan vaksinasi ini digelar selama 4 hari, sehingga target 3.500 orang saya optimis bisa terpenuhi” kata Hanif.

Vaksinasi serentak di Boyolali juga menyasar ke sejumlah Madrasah, para tenaga pendidik dan kependidikan serta siswa yang telah berusia diatas 18 tahun diharapkan telah mendapatkan vaksin booster. Sebagai upaya optimalisasi Gerakan 1 juta booster, Hanif mengerahkan para Penyuluh Agama dan tokoh Agama baik islam maupun non Islam. Pelaksanaan vaksinasi booster untuk gereja katolik direncanakan akan dilaksanakan di gereja pada 24 April mendatang. (Zoelva/Jaim/rf)