081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Menag RI dan Kakanwil Hadiri Milad ke-112 Masjid Al-Muttaqun, Ajak Masyarakat Tiru Fungsi Masjid Zaman Nabi

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Klaten (Humas) — Menteri Agama Republik Indonesia Prof. KH. Nasaruddin Umar menghadiri peringatan Milad ke-112 Masjid Raya Al-Muttaqun, Prambanan, yang digelar pada Minggu (14/12/2025) di Jl. Raya Solo–Yogyakarta, Kabupaten Klaten.

Kehadiran Menteri Agama RI disambut langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab bersama Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Wahid Arbani setibanya di Bandara Adi Soemarmo Solo. Keduanya turut mendampingi Menag dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut.

Turut mendampingi Menteri Agama RI dalam kegiatan ini Staf Khusus Menag RI Gugun Gumilar, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, serta Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Setibanya di Masjid Raya Al-Muttaqun Prambanan, Menteri Agama RI Prof. KH. Nasaruddin Umar menyampaikan tausiyah bertema kemasjidan.

Dalam tausiyahnya, Menag mengulas kilas balik fungsi masjid pada masa Nabi Muhammad SAW yang tidak hanya terbatas sebagai tempat ibadah shalat semata.Menag menjelaskan bahwa pada zaman Nabi, masjid memiliki peran yang sangat beragam, antara lain sebagai pusat pembelajaran, tempat pelaksanaan aqiqah, penyelesaian persoalan ahwalus syakhsiyah, hingga penegakan hukum yang keputusannya pernah diambil di masjid.

Bahkan, masjid juga pernah digunakan sebagai tempat latihan bela diri oleh Nabi Muhammad SAW demi menjaga kerahasiaan strategi dari musuh.“Masjid pada masa Nabi juga berfungsi sebagai balai pertemuan yang terbuka, tidak hanya untuk umat Islam, tetapi juga lintas agama,” ujar Menag dalam tausiyahnya.

Di akhir penyampaiannya, Menteri Agama RI berharap Masjid Raya Al-Muttaqun Prambanan dapat menjadi contoh bagi masjid-masjid lainnya di Indonesia. Ia menekankan pentingnya peran masjid dalam memberikan dampak dan kontribusi nyata bagi masyarakat di masa depan, termasuk dalam upaya membebaskan dan memberdayakan masyarakat miskin.

Peringatan Milad ke-112 Masjid Raya Al-Muttaqun ini menjadi momentum penguatan peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan umat di tengah masyarakat. (Hilman Najib).

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print