Semarang (Humas) – Sebagai upaya nyata memberantas buta aksara Al-Qur’an sekaligus mendongkrak mutu pengajaran keagamaan, sebanyak 83 Penyuluh Agama Islam di Kota Semarang mengikuti pelatihan intensif selama dua hari, Selasa hingga Rabu (7–8/07/2026). Kegiatan bertajuk “Seminar Al-Qur’an Metode Iqra: Pelatihan Mengajar Al-Qur’an Metode Iqra dan Pengambilan Syahadah Iqra” ini digelar di Aula Penerbit Erlangga Semarang.
Menariknya, agenda strategis ini lahir dari inisiasi kolaboratif yang didanai secara gotong royong melalui iuran mandiri para penyuluh, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Kota Semarang, serta dukungan penuh dari Penerbit Erlangga Semarang.
Apresiasi Kemenag Kota Semarang dan Sinergi Lintas Sektor
Kegiatan ini mendapat atensi dan apresiasi tinggi dari jajaran pejabat Kantor Kementerian Agama Kota Semarang. Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kota Semarang, Muhtasit, menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan mandiri yang progresif ini. Ia berharap pelatihan tersebut mampu melahirkan pengajar-pengajar Al-Qur’an yang lebih berkualitas dan metodologis di tengah masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Subbag TU Kemenag Kota Semarang, Dony Aldise Harahap, menekankan pentingnya aspek kerja sama lintas sektor dalam menyukseskan program keagamaan.
“Kolaborasi adalah kunci. Sinergi antara penyuluh, UPZ, dan pihak swasta seperti Penerbit Erlangga ini merupakan contoh nyata bagaimana program umat bisa digerakkan bersama-sama dengan sangat baik,” ujar Dony.
Sementara itu, Plt. Kasi Bimas Islam, Tantowi Jauhari, menjelaskan bahwa target utama dari pelatihan intensif ini adalah memperkuat kapasitas para penyuluh di lapangan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi mengajar BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an), khususnya bagi kelompok-kelompok binaan yang tersebar di wilayah Kota Semarang,” jelas Tantowi.
Hadirkan Mentor Legendaris dan Ujian Ketat
Untuk menjaga otentisitas dan kualitas pengajaran, panitia menghadirkan narasumber langsung dari Tim Tadarus AMM (Angkatan Muda Masjid Mushola) Yogyakarta—lembaga legendaris yang membidani lahirnya metode Iqra di Indonesia.
Rangkaian kegiatan intensif ini dibagi menjadi dua tahapan krusial:
• Hari Pertama: Fokus pada bedah metodologi pengajaran Iqra yang efektif dan aplikatif, dipandu langsung oleh Ustadz Iwan Susanto, AH.
• Hari Kedua: Peserta menjalani proses munaqosah (ujian) ketat untuk menguji kelayakan mengajar, yang diakhiri dengan pengambilan syahadah (ijazah kelulusan) resmi sebagai pengajar metode Iqra.
Di sela-sela kegiatan, Ketua Tim Bimtek dan Supervisi Penyuluh Agama Islam Kanwil Kemenag Provinsi Jateng, Achmad Syalabi, sempat hadir meninjau langsung jalannya pelatihan.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Pokjaluh Kota Semarang, Rahmat Hidayat, menjelaskan bahwa pelaksanaan agenda yang dirancang padat ini merupakan langkah responsif instansi. Pelatihan ini menjadi bentuk intervensi konkret untuk membenahi pengajaran Al-Qur’an di berbagai madrasah yang dinilai masih belum memenuhi ekspektasi pimpinan.
Dengan berbekal syahadah resmi tersebut, kini 83 penyuluh agama yang hadir diharapkan siap terjun ke masyarakat dengan standar pengajaran Al-Qur’an yang lebih profesional, sistematis, inklusif, serta mudah dipahami oleh berbagai kalangan usia. (Sgt/Aby)










