081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

ASTINDA Cetak 44 Calon Aṭṭhasīlanī, Pembimas Buddha Jateng: Siap Membimbing dan Mengabdi

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Temanggung (Humas) — Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Karbono, menghadiri Penahbisan Pelatihan Aṭṭhasīlanī yang diselenggarakan Atthasilani Theravada Indonesia (ASTINDA) di Vihara Dharma Surya, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan diawali dengan prosesi penahbisan yang dipimpin Bhikkhu Guttadhammo Mahāthera, disertai penyampaian Pesan Dhamma sebagai bekal spiritual bagi para peserta. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri Ketua Umum ASTINDA, Penyelenggara Buddha Kemenag Kabupaten Temanggung, Ketua PD. WANDANI Kabupaten Temanggung, pengurus vihara, serta tokoh umat Buddha.

Sebanyak 44 calon Aṭṭhasīlanī mengikuti pelatihan ini. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa Tengah, Batam, Riau, Surabaya, Bali, Jakarta, dan Tangerang, serta diikuti peserta dari Sydney, Australia. Keberagaman tersebut menunjukkan tingginya antusiasme umat Buddha dalam memperdalam praktik Dhamma dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Karbono mengapresiasi ASTINDA yang secara konsisten menyelenggarakan pembinaan Aṭṭhasīlanī sebagai upaya mencetak kader umat Buddha yang memiliki komitmen terhadap praktik Dhamma, integritas moral, dan pelayanan kepada masyarakat.

Karbono menjelaskan bahwa Aṭṭhasīlanī memiliki tujuh kewajiban utama, antara lain memperdalam ajaran Buddha, menjalankan delapan sila dan aturan disiplin, melatih meditasi, menyampaikan Dhamma kepada masyarakat, membimbing pelaksanaan puja bakti dan meditasi, mendukung pemberdayaan masyarakat sesuai kemampuan, serta memberikan tuntunan budaya yang selaras dengan ajaran Buddha.

Pelatihan Aṭṭhasīlanī ASTINDA merupakan bagian dari pembinaan umat Buddha secara berkelanjutan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia keagamaan. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir Aṭṭhasīlanī yang berintegritas, memahami Dhamma secara mendalam, serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan keagamaan Buddha yang harmonis, moderat, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print