081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Pidato Bahasa Jawa dan Nadhom Aqidatul Awam, Dua Lomba Khas Porsadin Jawa Tengah

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Pidato Bahasa Jawa dan Nadhom Aqidatul Awam, Dua Lomba Khas Porsadin Jawa Tengah

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨













Kab. Tegal (Humas) – Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Tegal menghadirkan beragam keseruan melalui sejumlah cabang olahraga, seni, dan keagamaan. Di antara berbagai perlombaan yang digelar, Pidato Bahasa Jawa dan Nadhom Aqidatul Awam menjadi dua cabang yang menarik perhatian karena memiliki kekhasan tersendiri di Jawa Tengah, Sabtu (10/10/2026).

 

Ketua Panitia Porsadin VIII Tingkat Provinsi Jawa Tengah, Akhmad Sururi, yang juga merupakan pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Jawa Tengah, menyebut kedua cabang tersebut sebagai ciri khas penyelenggaraan Porsadin di Jawa Tengah. Menurutnya, cabang Pidato Bahasa Jawa dan Nadhom Aqidatul Awam belum diselenggarakan di provinsi lain, bahkan belum menjadi cabang lomba pada tingkat nasional.

 

“Ini khas Jawa Tengah. Pidato Bahasa Jawa dan Nadhom Aqidatul Awam menjadi dua cabang yang hanya ada di Jawa Tengah,” ungkapnya.

 

Kehadiran kedua cabang tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kompetisi yang tidak hanya mengasah kemampuan peserta, tetapi juga memberi ruang bagi pelestarian bahasa daerah serta penguatan pemahaman keagamaan di lingkungan Madrasah Diniyah Takmiliyah.

 

Pidato Bahasa Jawa menjadi wadah bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan berbicara di depan publik dengan menggunakan bahasa daerah. Sementara itu, lomba Nadhom Aqidatul Awam menguji kemampuan peserta dalam melantunkan sekaligus menguasai nadhom yang memuat dasar-dasar akidah Islam.

 

Dari sisi penyelenggaraan, sebagian besar perlombaan Porsadin VIII pada hari tersebut dipusatkan di sekitar Pendopo Amangkurat Kabupaten Tegal. Lokasi yang berdekatan ini memudahkan pelaksanaan berbagai cabang lomba sekaligus menghadirkan suasana kompetisi yang semarak bagi peserta, pendamping, dan panitia.

 

Adapun dua cabang yang diselenggarakan di lokasi berbeda adalah lari sprint di Stadion Trisanja Slawi dan bulu tangkis di GOR Puma Warungpring. Kedua lokasi tersebut menjadi arena bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di bidang olahraga.

 

Sururi menjelaskan, Porsadin diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Ajang ini menjadi kesempatan bagi para santri Madrasah Diniyah Takmiliyah untuk mengembangkan potensi, mengukur kemampuan, sekaligus mempererat silaturahmi antardaerah.

 

Lebih lanjut, para peserta yang berhasil meraih juara pertama nantinya akan diikutsertakan dalam Porsadin tingkat nasional. Dengan demikian, kompetisi tingkat provinsi ini menjadi tahapan penting bagi para santri untuk melanjutkan prestasi dan membawa nama Jawa Tengah ke tingkat yang lebih luas.

Melalui Porsadin VIII, semangat berkompetisi berjalan beriringan dengan upaya menjaga tradisi keilmuan Islam, melestarikan budaya lokal, serta membentuk generasi santri yang berprestasi dan berakhlak mulia. (Hilman Najib)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print