Ahmadi : Jangan bosan belajar!

Pati – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Drs. H. Ahmadi, M.Ag. bersama dengan Kepala Kankemenag Pati, H. Ahmad Mundakir, pagi hari ini hadir menyampaikan ceramah pembinaan di hadapan murid dan wali murid kelas IX, para tenaga pendidik dan kependidikan MTsN Winong Kabupaten Pati dalam acara Haflah Muwaddaah dan Pelepasan Siswa Kelas IX.

Kepala MTsN Winong, Umi Hanik, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan wali murid, komite, dan para pendidik yang telah berusaha keras sehingga mengantarkan MTsN Winong kepada prestasi yang semakin baik khususnya hasil UAMBN yang sangat memuaskan hingga memperoleh hasil terbaik se-Eks Karesidenan Pati. Umi Hanik juga berharap kepada para wali murid untuk memberikan kesempatan kepada putra putri nya untuk memperoleh pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. “Jangan dinikahkan dulu, supaya mereka bisa memperoleh pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Jalan mereka masih panjang dan semakin berat persaingannya di masa yang akan datang”, harapnya.

Demikian pula Ahmadi meminta kepada para siswa untuk tidak bosan untuk menuntut ilmu karena pada dasarnya belajar itu tidak ada batas waktu, mulai dari buaian hingga akhir hayat. Demikian pula kepada para orang tua dan para pendidik agar tidak membiarkan anak berkembang tanpa arahan dan bimbingan yang tepat. “Putra putri kita membutuhkan teladan yang baik, karena keteladanan itulah sebenarnya yang bisa menjadi guru yang baik bagi anak”, kata Ahmadi.

Ahmadi juga sangat mengapresiasi keberhasilan para guru yang telah mengantarkan para murid hingga mencapai prestasi akademik dan prestasi di bidang lainnya seperti yang telah ditampilkan pada acara ini. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran orang tua murid yang telah memberikan motivasi. Para guru yang telah berusaha sekuat tenaga untuk mendidik muridnya sehingga mencapai kemajuan. Prestasi yang gemilang itu juga tidak terlepas dari peran komite madrasah, masyarakat sekitar, pemerintah daerah maupun Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati. “Kebanggaan ini kita harapkan bisa melebar ke madrasah lain, tidak hanya di MTsN Winong saja. Paradigma saat ini harus kita tekankan adalah kualitas yang unggul. Untuk itu bagi madrasah yang sudah baik agar bisa dipertahankan dan bagi yang kurang berprestasi agar segera melakukan pembenahan”, himbaunya.

Mengingat usia remaja adalah usia yang sangat rentan terpengaruh oleh hal-hal yang baru, maka perlu dikembangkan nilai nilai keindonesiaan yang menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi toleransi dan menghindari perbuatan anarkis dan paham radikal yang mengancam keutuhan NKRI. (fat)