Arab Saudi Umumkan Keputusan Haji 2021, Pegawai Kemenag Wonogiri Untuk Informasikan Kepada Umat

Wonogiri – Di hadapan para ASN, Senin (14/06)  Ka. Kankemenag Wonogiri, H. Cahyo Sukmana menanggapi informasi keputusan pemerintah Arab Saudi yang telah memutuskan pelaksanaan ibadah haji tahun 2021 tidak dibuka untuk Internasional, para pegawai di lingkungan Kankemenag Wonogiri untuk menyampaikan informasi tersebut kepada jamaah untuk mengimbangi pemberitaan miring di media sosial.

H. Cahyo menirukan ungkapan Menteri Agama di berbagai media, menyatakan pemerintah akan fokus pada penyelenggaraan haji 1443 H/2022 setelah Arab Saudi hanya memberi kuota untuk jemaah di dalam negeri. Seperti di ketahui Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengumumkan bahwa skema haji 1442 H/2021 hanya untuk warga negara Saudi dan warga asing yang saat ini tinggal di sana. Keputusan itu diambil setelah Kementerian Haji dan Umrah Saudi menimbang keselamatan dan keamanan jemaah dari ancaman Covid-19 yang belum reda.

“Sebagaimana Pemerintah RI, keselamatan dan keamanan jemaah, selalu menjadi pertimbangan utama. Jumlah kuota ditetapkan 60 ribu, ini jauh lebih banyak dibanding tahun lalu,” ungkap Ka. Kankemenag Wonogiri.

Beliau mengajak semua pihak untuk mengambil hikmah dari peristiwa ini. Calon jemaah haji juga diharapkan tetap bersabar dan tawakal.

Seperti di ungkapkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di berbagai media Pemerintah akan fokus pada persiapan penyelenggaraan haji 1443 H. Pemerintah Indonesia akan secara aktif dan lebih dini melakukan komunikasi dengan Pemerintah Saudi untuk mempersiapkan pelaksanaan haji jika tahun 2022 ibadah haji dibuka kembali.

“Keputusan ini menunjukkan Saudi menomorsatukan aspek keselamatan dan kesehatan jiwa jemaah. Dengan pembatasan ini, maka protokol kesehatan akan tetap bisa berjalan dengan baik sekaligus mengantisipasi potensi penularan wabah dengan jumlah yang masif,” jelasnya.

Menag berharap, keputusan ini juga mengakhiri polemik dan munculnya informasi hoaks selepas pengumuman pembatalan keberangkatan jemaah haji Indonesia pada 3 Juni lalu. “Keputusan Saudi senapas dengan semangat Indonesia yang ingin menjaga keselamatan jemaah. Diharapkan masyarakat untuk patuh menjaga protokol kesehatan agar Covid segera tertangani sehingga jika tahun depan haji bisa dilaksanakan lagi kita sudah siap,” tuturnya.(Mursyid/Sua)