Asrama Haji Transit Manyaran Sebagai Tempat Karantina Terpusat Kota Semarang

Semarang (PHU) – Dalam menangani lonjakan kasus pandemi Covid-19, tindakan preventif perlu dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah yaitu penandatanganan Nota Kesepakatan antara kedua belah pihak dalam penggunaan Asrama Haji Transit Jawa Tengah sebagai tempat karantina terpusat sementara dalam pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid 19).

“Tadi pagi telah dilaksanakan rapat dengan Setda Kota Semarang dalam hal pembahasan perjanjian kerjasama antara Kementerian Agama dengan Pemerintah Kota Semarang tentang penyelenggaraan Rumah Isolasi Covid-19 di wilayah Kota Semarang yang akan dilaksanakan pada Asrama Haji Transit Manyaran Semarang,” tutur Muh. Syafiq, Kepala Seksi Transportasi, Perlengkapan, dan Akomodasi Haji Reguler, Rabu, (09/06).

Saat ditemui di ruang kerjanya pada Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah Kementerian (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah, Syafiq menjelaskan bahwa nanti akan dibuat perjanjian kerjasama dalam bentuk Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kota Semarang dengan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah.

“Ini dimaksudkan untuk melindungi masyarakat dari resiko Covid-19 khususnya di wilayah Kota Semarang,” ucap Syafiq.

“Tujuan utamanya untuk mencegah penularan, penyebaran dan sebagai bentuk penanganan Covid-19,” imbuh Syafiq.

“Untuk jangka waktu nota kesepakatan ini berlaku sejak hari ini sampai dengan tanggal 31 Juli 2021, dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak,” jelasnya.

Syafiq menjelaskan bahwa ini adalah kali kedua Asrama Haji Transit Manyaran digunakan untuk sebagai tempat karantina terpusat sementara dalam pencegahan penyebaran Covid 19.

“Sore nanti sudah mulai digunakan untuk tempat isolasi, dan dari pihak Dinas Kesehatan Pemkot Semarang juga telah melakukan swab kepada seluruh karyawan asrama haji transit,” pungkasnya.(vd/Sua).