Optimalkan Pengelolaan Simpatika, Kanwil Kemenag Jateng Lakukan Sosialisasi Di Kemenag Boyolali

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

BOYOLALI – Dalam rangka optimalisasi Pengelolaan  Sistem Informasi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (Simpatika), Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Jateng melalui Bidang Pendidikan Madrasah gelar sosialisasi dan koordinasi bagi para operator Simpatika Madrasah yang berlangsung di Gedung PLHUT Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kab.Boyolali, Selasa (11/07).

Kegiatan ini menghadirkan 77 orang peserta Pengelola Simpatika Madrasah dari empat Kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Boyolali, Demak, Klaten dan Sukoharjo. Tampak hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali didampingi Plt.Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kab.Boyolali dan Ketua TIM Guru Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Prov.Jateng yang hadir mewakili Kabid Penmad Kanwil Kemenag Prov.Jateng sekaligus bertindak sebagai Ketua Penyelenggara dan Narasumber dalam kegiatan tersebut.

Dalam laporannya Ketua Penyelenggara Bidang Penmad Kanwil Prov.Jateng, Agus Mahasin, S.Pd.I, MLP mengatakan “tujuan diselenggarakan kegiatan ini untuk meningkatkan profesionalitas dan akuntabilitas para Operator Madrasah di Jawa Tengah, karena di tangan merekalah data PTK dikumpulkan dan diolah dalam sebuah Sistem Informasi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama (SIMPATIKA) yang secara digitalisasi data PTK/Guru harus valid dan update serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya”, ungkapnya

Selanjutnya kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Kemenag Kab.Boyolali, H.Taufiqur Rahman, S.Ag, M.SI, dalam sambutannya Kepala Kemenag mengapresiasi kegiatan sosialisasi Simpatika yang diinisiasi oleh Tim Guru Bidang Penmad Kanwil Kemenag Prov.Jateng.

“Menjadi Sebuah kehormatan Kemenag Boyolali ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan ini”, ujarnya.

lebih lanjut Taufiq menyampaikan bahwa di era transformasi digital ini cara kerja kita mengalami perubahan yang signifikan, dari yang sebelumnya banyak digunakan cara manual menjadi cara yang berbasis digital. SIMPATIKA  hadir menjadi solusi untuk mengatasi problematika dalam dunia Pendidikan, sebuah sistem berbasis transaksi Real Time dan Self Sevices Technology ini dinilai sangat strategis untuk memperoleh data PTK yang valid dengan pola verifikasi dan validasi melalui admin/operator baik ditingkat Kabupaten maupun Madrasah, maka yang kita perlukan adalah optimalisasi pengelolaan Simpatika.

“Kehadiran Simpatika menjadi keniscayaan bagi Kementerian Agama untuk mengelola ribuan satker, maka yang diperlukan adalah optimalisasi pemanfaatan Simpatika” tuturnya diakhir sambutan. (ZN/FA/ZI/rf)